39.468 Wajib KTP Bogor Belum Rekam Data

0
39

Bogor, 1/2 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jawa Barat mencatat sebanyak 39.468 warga yang menjadi wajib KTP belum melakukan perekaman data E-KTP terhitung dari tanggal 28 Desember
2016. “Jumlah wajib KTP di Kota Bogor ada 729.457 jiwa, yang sudah melaksanakan perekaman data sebanyak 689.989 wajib KTP, sisanya 39.468 yang belum,” kata Kepala Bidang Pelayanan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK) Disdukcapil Kota Bogor, Christiani Ari Setyaningsih di Bogor, Selasa.

Ari menjelaskan, 39.468 wajib KTP yang belum melakukan perekaman data tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Bogor Barat menjadi terbanyak jumlah wajib KTP yang belum rekam data yakni 10.942 jiwa. Berikutnya Kecamatan Tanah Sareal, terdapat 9.311 jiwa, Kecamatan Bogor selatan 4.390 jiwa, dan Kecamatan Bogor Utara sebanyak 9.339 jiwa.  “Di Kecamatan Bogor Tengah ada 3.145 yang belum merekam data, Bogor Timur ada 2.341,” katanya.

Menurut Ari, melihat masih banyaknya wajib KTP yang belum melakukan perekaman data e-KTP, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kota Bogor mengimbau seluruh warga untuk datang ke kantor kecamatan masing-masing guna melakukan perekaman. “Kementerian Dalam Negeri memperpanjang waktu perekaman menjadi pertengahan 2017. Masih ada kesempatan yang belum merekam data, silahkan datang ke kantor kecamatan terdekat,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Ari, Disdukcapil telah melakukan perekaman data kepada wajib KTP, termasuk setelah diterbitkan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri terkait keharusan perekaman data e-KTP.  “Kami melakukan sistem jemput bola langsung `door to door`, memudahkan masyarakat untuk melakukan perekaman data,” katanya.

Menurutnya, ada tim khusus yang dibentuk untuk melakukan jemput bola perekaman data KTP elektronik di setiap kelurahan. Selama dua hari terakhir baru dua kelurahan yang didatangi yakni di Kelurahan Empang dan Pamoyanan.

Tim tersebut berjumlah sembilan orang, terdiri atas petugas Disdukcapil dan pegawai kelurahan. Layanan perekaman berlangsung setiap hari kerja (Senin-Jumat) dan Sabtu, Minggu juga tetap melayani. “Tahun lalu targetnya 30 September 2016 semua wajib KTP sudah melakukan perekaman,” katanya.

Selain melakukan sistem jemput bola, lanjutnya, layanan kependudukan tetap berlangsung secara reguler yakni di setiap kecamatan dan juga di Mall BTM yang sudah bermitra dengan Disdukcapil.  Sesuai dengan arahan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, perekaman data kependudukan untuk KTP elektronik dibatasi hingga 30 September 2016. Hingga 20 bulan perpanjangan waktu yang diberikan Kemendagri.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah agar setiap warga negara, yang telah memenuhi syarat, untuk melakukan perekaman pembuatan KTP elektronik. Dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 dinyatakan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua penduduk Indonesia harus sudah memiliki KTP elektronik.
“Risikonya tidak melakukan perekaman data kependudukan secara elektronik, warga tersebut tidak dapat mengakses pelayanan seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pembuatan SIM, ataupun layanan perbankan,” katanya.

Ari menambahkan, hingga saat ini jumlah penduduk Kota Bogor yang tercatat di Disdukcapil mencapai 984.060 jiwa. (Antara)

sumber gambar :www.google.com

LEAVE A REPLY