Pernah Mengalami “Rep – Repan” ? Kenapa Bisa Terjadi ya

744

Sleep paralysis atau bisa disebut kelumpuhan tidur atau banyak juga orang yang menyebutnya rep -repan. Seseorang yang mengalami hal ini biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara atau lain sebagainya disertai dengan halusinasi atau mimpi buruk.

Rep – repan biasanya terjadi dalam keadaan si penderita sedang setengah tidur atau antara sadar dan tidak dan bisa juga saat sedang tertidur lelap. Kondisi ini juga umumnya terjadi saat si penderita tidur menelentang atau menghadap ke atas, yang ditandai dengan merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan tidak bisa bergerak dan sulit bersuara. Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Hal ini terjadi karena saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, kemudian gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi tidak memasuki tahap – tahap tidur yang sebelumnya terlebih dahulu.

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap mimpi tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi. sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol, akibatnya muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Nah buat para BogorNetizen jangan sampai kurang tidur dan memiliki waktu tidur yang tidak teratur ya, karena hal ini bisa terjadi lho. Bila kalian mengalami sleep paralysis disertai gejala lain, segeralah periksakan diri kalian kepada dokter yang bersangkutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here