BET Cipelang Targetkan Produksi 800 Embrio Sapi

729
Petugas memberikan susu pada anak-anak sapi hasil pembibitan di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Cijeruk, Bogor, Jabar, Senin (12/1). BET yang berada di kawasan kaki gunung salak tersebut menghasilkan bibit ternak unggul dengan menyuntikan embrio dari sapi donor impor berkualitas dan hasil pembibitan tersebut disebar ke peternak di Indonesia guna menghasilkan ternak-ternak berkualitas. ANTARA FOTO/Jafkhairi/pd/14

Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Kementerian Pertanian, menargetkan produksi dan transfer 800 embrio sapi unggul dan berkualitas di tahun 2017.

“Tahun 2016 BET Cipelang dapat tugas melakukan transfer 500 embrio. Tahun 2017 ini, target meningkat menjadi 800 embrio sapi unggul,” kata Kepala BET Cipelang Oloan Parlindungan di sela-sela kunjungan Dubes Belgia untuk Indonesia di BET Cipelang, Minggu.

Ia menyebutkan, BET Cipelang berhasil mencapai target kumulatif produksi sampai Februari 2017 sebanyak 133 embrio dan sudah terealisasi 275 embrio sehingga target 2017 sebanyak 800 embrio sudah tercapai 34,8 persen.

Oloan mengatakan, BET saat ini dengan mengembangkan sapi unggul jenis Belgian Blue yang diharapkan dalam dua tahun kedepan sudah bisa meramaikan transfer dan produksi embrio di BET Cipelang.

Ia menjelaskan, sejak 2016 BET Cipelang telah mengembangkan embrio sapi unggul Belgian Blue menggunakan dua metode, yakni transfer embrio telah berhasil melahirkan satu anak sapi jantan yang memiliki bobot 70 kilogram (kg) di usia dua bulan.

Sedangkan melalui metode inseminasi buatan menghasilkan enam bibit yang memiliki berat rata-rata 45 kg. Beratnya melebihi berat sapi limosin yang rata-rata memiliki bobot 30 kg, sedangkan simmental 37,5 kg.

“Aplikasi transfer embrio cukup satu tahun sudah dapat `pedet` (anak bibit) dengan kemurnian 100 persen. Sedangkan aplikasi inseminasi buatan perlu beberapa tahun lagi untuk mencapai kemurnian 75 persen,” katanya.

Menurut Oloan, pihaknya masih terus melakukan penelitian untuk mengembangkan Belgian Blue di masyarakat. Besarnya bobot sapi tersebut, proses persalinan dilakukan dengan cesar.

“Kami berharap Belgian Blue yang sudah dilepas ke masyarakat dapat lahir tanpa cesar. Karena akan lebih memudahkan masyarakat, kalau cesar belum semua masyarakat bisa,” katanya.

Staf Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro menyebutkan, kehadiran Belgian Blue merupakan kerja sama dengan investor yang mendatangkan embrionya dari Belgia.

“Ini merupakan bentuk kerjasama dengan pihak swasta, karena swasta tidak punya wadah untuk mengembangkannya, maka kita arahkan ke BET Cipelang,” katanya.

Syukur menyebutkan, harapan hadirnya Belgian Blue dapat menambah jumlah jenis sapi unggul di Indonesia dan mewujudkan swasembada daging serta mengurangi impor seperti yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Kehadiran Belgian Blue juga wujud jadi kerja sama antara Indonesia dengan Pemerintah Belgia yang diinisiasi dari kedatangan Putri Belgia ke Indonesia tahun 2016.

Selain Belgian Blue, BET Cipelang juga memiliki embrio sapi unggul dari jenis limusin, simmental, belgia dan lainnya.

BET Cipelang berada di kaki Gunung Halimun-Salak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan luas 91,1 hektare. BET bertugas memproduksi dan mendistribusikan bibit ternak unggul nasional ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional dan balai ternak lainnya di daerah. (Antara)

sumber gambar :www.google.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here