Pelaku Industri: Obat Herbal Dapat Kurangi Importasi

750
Obat Tradisional (google images)

Pengembangan obat herbal dengan memanfaatkan tanaman herbal yang melimpah di Indonesia dapat mengurangi importasi bahan baku obat, kata direktur perusahaan farmasi Raymond Tjandrawinata.

Direktur Dexa Laboratories Bimolecular Sciences PT Dexa Medica Raymond Tjandrawinata di Jakarta, Rabu, mengatakan apabila sebagian obat-obat kimia digantikan dengan obat herbal akan mengurangi ketergantungan bahan baku obat dari luar negeri.

Selain itu, Raymond berpendapat pengembangan produksi obat herbal bisa berdampak pada petani tanaman herbal yang menjadi bahan baku obat.

“Kalau sebagian saja obat herbal digunakan untuk menggantikan obat kimia, akan jauh mengurangi importasi bahan baku obat,” kata Raymond.

Saat ini Indonesia masih mengandalkan 90 persen impor bahan baku obat untuk memproduksi obat. Sementara keanekaragaman hayati Indonesia yang nomor dua di dunia setelah Brasil memiliki 30 ribu jenis tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan.

Sampai saat ini Indonesia baru memiliki delapan obat fitofarmaka atau obat herbal terstandar teruji klinis yang sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), empat di antaranya dari PT Dexa Medica.

Dia menjelaskan sedikitnya jumlah obat fitofarmaka dikarenakan penelitian untuk membuat obat baru yang memakan biaya besar dan waktu yang lama, serta kepercayaan masyarakat dan farmakolog yang belum sepenuhnya yakin dengan obat herbal.

“Namun saya yakin 60 persen dokter percaya obat herbal itu menyembuhkan,” ujar Raymond. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here