Wapres Akan Pimpin Upacara Pemakana Hasyim Muzadi

323
Jusuf Kalla (google images)

Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis dijadwalkan memimpin upacara pemakaman K.H. Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam Kota Depok, sedangkan saat ini jenazah almarhum masih di Malang, Jawa Timur.

Dalam pesan singkat yang diterima, Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah mengatakan bahwa pada Kamis siang Wapres Kalla akan memimpin upacara pemakaman K.H. Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam 2, Jalan H. Amat Kelurahan Kukusan RT06/01, Kecamatan Beji, Kota Depok.

“Almarhum merupakan seorang ulama besar dan sahabat yang sangat dekat dengan Pak JK. Pak JK dan bangsa ini sangat kehilangan dengan kepergian almarhum yang begitu dicintai dan dihormati sebagai ulama yang teduh,” kata Husein.

Ia menjelaskan sebelumnya Wapres Kalla sudah menyempatkan diri untuk membesuk almarhum pada Januari 2017. Saat itu, kondisi almarhum sudah mulai membaik namun tidak stabil hingga akhirnya wafat pada Kamis pagi.

“Pak JK menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Menurut Pak JK, almarhum K.H. Masyim Muzadi seorang berpandangan moderat, teladan umat dari setiap ajaran dan sikapnya. Selain itu, almarhum seorang ulama yang memiliki sikap teguh,” katanya.

K.H. Ahmad Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pukul 6.15 WIB di Malang, Jawa Timur. Rencananya, jenazah dimakamkan di Kompleks Pesantren Al Hikam 2 Kota Depok.

Berdasarkan informasi, jenazah K.H. Hasyim Muzadi akan diberangkatkan dari Malang sekitar pukul 13.00 WIB. Perjalanan menuju Jakarta diperkirakan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Jenazah almarhum akan tiba di Pondok Pesantren Al Hikam 2 kurang lebih pukul 15.30 WIB.

Hasyim Muzadi lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 8 Agustus 1944. Dia merupakan tokoh Islam Indonesia dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden sejak Januari 2015.

Dia juga pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, Jawa Timur. Almarhum sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor pada 1956-1962. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here