MENDIKBUD Turunkan Tim Investigasi Kebocoran USBN

510
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Komputer. (Google Images)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk menginvestigasi kebocoran kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Kami telah menurunkan tim, untuk menginvestigasi kebocoran soal di sejumlah daerah,” ujar Muhadjir di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan pelaksanaan USBN pada hari pertama berjalan lancar, namun diwarnai sejumlah dugaan kebocoran kunci jawaban yang tersebar melalui layanan pesan singkat WhatsApp.

Irjen Kemdikbud, Daryanto menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi pada guru maupun kepala sekolah yang menyebar kunci jawaban tersebut.”Kami akan berikan sanksi tegas. Jika ketahuan kepala sekolah, maka sanksinya bisa dipecat.”¬†Daryanto menyanyangkan, kasus kebocoran kunci jawaban USBN tersebut karena hakikatnya USBN bertujuan mengembalikan hak guru sebagai perencana pendidikan.

“Saya pribadi prihatin dan sangat disayangkan jika benar terjadi kebocoran, motifnya apa, karena ini semua USBN sudah diserahkan sepenuhnya¬†ke guru dan sekolah serta pemerintah daerah,” tutur Daryanto.

Menurut dia, wajar jika UN masih mengalami kebocoran karena skalanya besar. Makanya, Kemdikbud bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengamanannya. “Namun sangat disayangkan, kebocoran malah terjadi pada USBN,” cetus dia.

Dirjen&Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Hamid Muhammad mengatakan dugaan kebocoran soal USBN pada akan merugikan sekolah karena pemerintah telah memberikan hak penuh kepada guru untuk meningkatkan integritas sekolah.

Soal-soal USBN sepenuhnya disusun oleh guru yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Tujuannya untuk menghindari kecurangan, sehingga murid bisa merefleksikan kemampuan dirinya.

“Soal USBN disusun oleh guru, berdasarkan apa yang diajarkan di sekolah. Beda dengan UN. Jadi seharusnya, tak ada kebocoran soal maupun kunci jawaban,” kata Hamid. (Antara)

KUNCI JAWABAN USBN DIDUGA BOCOR

Jakarta, 21/3 – Kunci jawaban soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional
(USBN) di sejumlah daerah diduga mengalami kebocoran melalui layanan pesan
dan internet.

Informasi yang Antara terima di Jakarta, Selasa, diketahui kunci jawaban
USBN untuk mata pelajaran PPKN dan Pendidikan Agama Islam menyebutkan
bahwa kunci jawaban beredar via layanan pesan WhatsApp yang berisi tautan
jawaban soal USBN di Google Drive.

“Tautan itu berisi soal bocoran USBN yg dibuat oleh MGMP PPKN dan PAI.
Tautan itu dibagikan di grup guru oleh salah satu guru sekolah, namun
tidak ada respon pihak berwenang saat itu,” ujar seorang guru SMA di
Jakarta yang enggan disebutkan namanya.

Setelah dicocokkan, ternyata kunci jawaban dan soal USBN yang dibuat MGMP
tersebut sama baik tipe A maupun B.

Namun, lanjut dia, para peserta ujian hanya sebagian yang mengetahui
kebocoran itu. Bagi yang mengetahuinya maka bisa mengerjakan dalam waktu
singkat.

Kebocoran diduga tidak hanya dua mata pelajaran tersebut namun kemungkinan
semua mata pelajaran.

“Kami juga resah dan menyesalkan hal seperti ini terjadi dan menodai
kejujuran. Pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan moral
menjadi ternodai”. Selain di Jakarta, bocoran soal tersebut juga menyebar
di Pati dan Kudus.

Inspektur Jenderal Kemdikbud, Daryanto, menyayangkan kebocoran soal itu.

“Kalau Ujian Nasional (UN) mungkin wajar kalau bocor, karena skalanya
besar. Maka untuk antisipasi kami kerja sama dengan Lemsaneg (Lembaga
Sandi Negara),” kata Daryanto.

Kemdikbud telah menurunkan tim untuk menginvestigasi kasus kebocoran soal
USBN itu. Pihaknya akan menyelidiki siapa yang mengunggah kunci jawaban
itu.

“Kebangetan kalau guru yang menyebarkan, karena kementerian sudah
memberikan amanah penuh ke guru,” sesal Daryanto.

Meski demikian pihaknya juga berhati-hati, karena mewaspadai adanya
sejumlah pihak yang ingin membuat keruh. (Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here