45 RW Jakarta Hadirkan “Urban Farming”

799
Urban Farming (google images)

Gerakan TurunTangan menghadirkan “urban farming” atau pertanian perkotaan di 45 Rukun Warga (RW) di Jakarta untuk mengkampanyekan gerakan menanam di ibu kota dengan memanfaatkan pekarangan yang minimalis.

Programme Management Officer Gerakan TurunTangan Dimitri Dwi Putera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu mengatakan sebagai “pilot project” program RW Menanam akan diujicobakan di 45 RW dan selanjutnya di seluruh RW yang ada di Jakarta bahkan di luar Jakarta.

“Kami menantang semua elemen masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur dengan `urban farming`atau pertanian perkotaan. Dengan menanam sayuran sendiri di rumah, keluarga semakin sehat dan lingkungan semakin hijau dan meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga, mengingat harga pangan di pasar semakin mahal,” kata Dimitri.

Dimitri menyatakan dalam program ini, peserta mendapatkan bantuan bibit tanaman dan peralatannya secara gratis.

“Penyerahan peralatan akan dilakukan secara simbolis kepada ketua RW pada 25-29 Maret 2017. Selain itu mereka juga akan diberikan pelatihan cara menanam dengan teknik hidroponik, polybag, dan vertikultur serta cara merawat tanaman agara sehat,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan isu pangan menjadi masalah serius bagi masyarakat kota Jakarta saat ini.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat dari infopangan.jakarta.go.id pada 2016, fluktuasi harga pangan DKI Jakarta mencapai 400 persen.

“Penyebabnya, karena Jakarta tidak memproduksi hasil pertaniannya sendiri, khususnya pada komoditas cabai dan bawang. Dengan kata lain, Jakarta hari ini bergantung pada pasokan hasil pertanian dari daerah di luar Jakarta,” ujarnya.

Padahal, kata dia, DKI Jakarta masih memiliki potensi lahan yang cukup luas.

Ia mengungkapkan bahwa menurut data.jakarta.go.id pada 2017, Jakarta memiliki taman (ukuran 500-1.500 meter persegi) yang mencapai 60.000 dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang mencapai 157.

“Gerakan TurunTangan melihat adanya peluang untuk memaksimalkan lahan tersebut menjadi kebun pertanian perkotaan melalui program RW Menanam,” tuturnya.

Ia menambahkan RW Menanam merupakan sebuah inisiatif sederhana untuk mengkampanyekan gerakan menanam di ibukota dengan memanfaatkan pekarangan yang minimalis. Jenis tanamannya adalah sayur-sayuran yang cepat tumbuh seperti sawi, kangkung, cabai, dan tomat.

TurunTangan adalah gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat untuk peduli dan terlibat aktif dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan penuh oleh pemimpin yang bersih dan kompeten. Relawan TurunTangan berjumlah 52.000 dan tersebar di seluruh Indonesia.

Berikut jadwal penyerahan hidroponik kepada 45 RW tersebut,

Sabtu, 25 Maret 2017. 1. Jakarta Barat: 9 RW. Minggu, 26 Maret 2017. Jakarta Selatan: 10 RW. Senin, 27 Maret 2017. 3. Jakarta Utara: 10 RW

Selasa, 28 Maret 2017. 4. Jakarta Timur: 5 RW 5. Jakarta Selatan: 5 RW. Rabu, 29 Maret 2017. 6. Jakarta Pusat: 6 RW. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here