BI: Inflasi Harga Pangan Bergejolak Harus Dijaga

287
Seorang Ibu yang Sedang Belanja Sayur - Sayuran (google images)

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo menilai laju inflasi dari komponen harga pangan bergejolak (volatile food) harus dijaga agar target inflasi 3-5 persen sepanjang 2017 dapat tercapai.

“Masalah inflasi itu selalu inflasi pangan, yang selalu berada di 5-10 persen. Tahun ini kita harus jaga inflasi pangan di 3-5 persen agar target inflasi tahun ini bisa tercapai,” ujar Dody di Semarang, Jumat.

Secara rata-rata, inflasi volatile food sejauh ini selalu berada diatas inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada akhir 2016 lalu, inflasi volatile food tercatat 5,92 persen (yoy) atau diatas inflasi IHK yang tercatat 3,02 persen.

Bahkan, inflasi volatile food pernah menyentuh angka dua digit pada 2013 dan 2014 lalu. Pada 2013 inflasi volatile food mencapai 11,83 persen dan pada 2014 menyentuh angka 10,88 persen. Namun, pada 2015 inflasi volatile food turun drastis menjadi 4,84 persen.

Dody menuturkan, inflasi inti secara keseluruhan sudah bisa dikendalikan bank sentral dengan baik, selain itu kebijakan pemerintah terkait harga-harga yang diatur (administered price) juga dinilai tidak memberatkan masyarakat. Namun inflasi masih tinggi karena ada sumbangan dari volatile food.

“Inflasi selalu ketarik karena volatile food,” katanya.

Menurut Dody, yang harus diwaspadai adalah dampak lanjutan dari kenaikan harga pangan, seperti dampak ke sektor transportasi misalnya, yang juga bisa mengerek inflasi inti juga meningkat.

“Kita concern sekali dengan inflasinya, bagaimana kita bisa bantu sektor pertanian,” ujar Dody.

Ia menambahkan, peran BI kini sudah lebih luas. Khusus di sektor pertanian, bank sentral mencoba membantu sektor pertanian dari sisi hilirisasi. Selama ini, perhatian pemerintah lebih banyak tersedot pada sektor hulu.

“Bicara soal hilir, kita bicara soal value added. Kita bangun kluster dalam konteks menjaga inflasi, seperti bawang merah, cabe merah,” ujarnya. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here