PGN: 25 Miliar Dolar Untuk Target 2025

311
25 miliar dolar untuk target 2025 (Google Images)

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membutuhkan investasi dana pada kisaran 25 miliar dolar AS untuk dapat mencapai target bauran energi pada tahun 2025.

“Untuk mencapa;target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) naik dari sebelumnya 19,6 persen menjadi 22,5 persen pada tahun 2025, PGN membutuhkan setidaknya minimal dua kali lipat volume gas yang dialokasikan pada 2016,” kata;Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso di Jakarta, Selasa, dalam acara konferensi energi.

Selain itu, ia juga mengatakan membutuhkan dukungan infrastruktur dari berbagai lini, misalnya, dukungan ketersediaan pipa dan jaringan distribusinya. Dimensi pipa yang dibutuhkan setidaknya butuh tiga kali lipat dari saat ini, atau setidaknya 25 ribu km jaringan transmisi baru.

Kemudian, untuk mencapai efisiensi ia mengatakan sedang memasukkan usulan untuk percepatan regulasi dan kemudahan Infrastruktur. Percepatan tersebut dintaranyapercepatan pembangunan beberapa transmisi daerah Sumatera, pipanisasi Kalimantan Tengah dan  Kalimantan Timur, beserta upaya melakukan pembangunan “virtual grade” Indonesia Tengah dan Timur.

Sebelumnya,Melalui Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM) Nomor 1415 K/20/MEM/2017, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2017 – 2026 telah disahkan. Dalam RUPTL terbaru ini, target bauran energi untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) naik dari sebelumnya 19,6 persen menjadi 22,5 persen pada tahun 2025.

Revisi RUPTL juga menetapkan target terbaru infrastruktur ketenagalistrikan,  mengoptimalkan pemanfaatan energi setempat untuk pembangkitan tenaga listrik serta pemilihan teknologi yang lebih efisien sehingga dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik.

Dalam RUPTL 2017-2026, jika digabung, pembangkit listrik dari energi air, panas bumi dan EBT lainnya diharapkan bisa mencapai bauran energi 22,5 persen pada 2025, hal ini sejalan dengan target di Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Pembangkit Batu bara di 2025 ditargetkan 50 persen dari total energi primer, Gas 26 persen dan BBM diharapkan hanya kurang dari 0,5 persen. Sementara, target pembangunan jumlah pembangkit listrik dalam RUPTL 2017-2026 adalah sebesar 125GW di tahun 2025. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here