Sumenep Tawarkan “Pulau Awet Muda” Untuk Wisata

443
Pulau Awet Muda, Sumenep (google images)

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menawarkan Pulau “awet muda” Giliyang dan Pulau Gili Labak untuk menjadi dua destinasi pariwisata unggulan di Provinsi Jawa Timur pada pembukaan Majapahit Travel Fair (MTF) 2017.

Dalam pidato sambutannya Busyro menunjukkan keindahan alam berikut keunikan dari dua pulau tersebut sekaligus memaparkan atraksi wisata lainnya di Kabupaten Sumenep.

“Pulau Giliyang telah lama dikenal mampu membuat penduduknya awet muda karena kadar oksigen di sana mencapai sekitar 21 persen. Kondisi semacam itu hanya ditemukan di Pulau Giliyang dan satunya lagi di Yordania,” kata Busyro di Surabaya, Kamis.

Bupati Sumenep itu lanjut menerangkan selain wisata alam wilayahnya juga punya atraksi lain seperti wisata budaya, religi, sejarah, buatan, dan minat khusus.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mengagendakan sejumlah acara untuk menarik minat wisatawan pada tahun ini, diantaranya Wisata Mancing Internasional pada 12 sampai 13 Mei,” tambahnya.

Festival wisata lain yang akan digelar oleh Pemkab, diantaranya acara bersepeda “Gowes Nusantara”, kegiatan budaya “Batik on the Sea” di Pelabuhan Kalianget di bulan Agustus, Festival Adat Sumenep pada 14 sampai 16 September, dan Pameran Pembersihan pada Oktober 2017.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Timur Jariyanto menyebutkan wilayahnya itu memiliki sekitar 784 aneka ragam destinasi wisata yang tersebar di 29 Kabupaten.

Artinya, menurut Jariyanto Jawa Timur punya potensi yang perlu terus didalami agar dapat meningkatkan jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Target kami wisatawan nusantara (wisnus) dapat meningkat sekitar 56 juta orang, nilainya memang bertambah sedikit dibanding pencapaian tahun lalu di kisaran 54 juta orang,” kata Jariyanto.

Dengan begitu, pameran pariwisata seperti Majapahit Travel Fair yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Pemprov Jatim diharapkan dapat memperkuat relasi antarpelaku usaha serta pemerintah demi meningkatkan jumlah kunjungan.

“Target kami, MTF 2017 ini dapat menghimpun transaksi antarpelaku usaha wisata hingga Rp60 miliar,” tambahnya.

Majapahit Travel Fair adalah pameran pariwisata internasional yang digelar tiap tahun oleh Pemprov Jatim.

Pameran kali ini telah memasuki tahun ke-18 dan turut didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Tahun ini, MTF 2017 memasuki tahun ke-18 dan pihak Pemprov menggandeng Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) sebagai mitra pelaksana pameran.

“Acara MTF sendiri terbagi atas malam pembukaan, pameran perjalanan Travel Expo yang mempertemukan pelaku usaha wisata, dan sosialisasi ke destinasi wisata,” kata Donny Hasiholan, panitia pelaksana acara dari ASITA Jawa Timur.

Sebelumnya, acara MTF 2017 telah dibuka oleh Ketua ASITA Asnawi Bahar, dan dihadiri oleh Kadisbudpar Jatim Jariyanto, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, dan Kepala Sub Bidang Misi Penjualan Minat Khusus dan Konvensi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Wiwiek Widyawati.

Pameran pariwisata internasional itu yang tahun ini mengambil tema “Petualangan di Bromo dan Sumenep”.

Pameran ini dihadiri oleh perwakilan agen perjalanan 20 negara, diantaranya Malaysia, Singapura,Filipina, Vietnam, China, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Palestina, Turki, Maroko, Iran, India, Pakistan, Sri Lanka, Polandia, Italia, dan Prancis. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here