Perpustakaan Sampah Kota Bogor Membutuhkan Gudang

533
Contoh Gudang Sampah (google images)

Perpustakaan sampah yang didirikan Elan Jaelani seorang aktivis lingkungan di Kota Bogor, Jawa Barat, saat ini membutuhkan dukungan membangun gudang untuk penyimpanan sampah-sampah yang terkumpul dari masyarakat pengguna jasa perpustakaan.

“Saat ini saya dan warga sekitar rumah belum memiliki gudang untuk menampung sampah dan sekretariat khusus untuk perpustakaan sampah,” kata Elan di Bogor, Senin.

Elan menjelaskan sejak 2014 dirinya telah mendirikan perpustakaan yang didanai dari pengelolaan sampah yang sering disebut dengan Perpustakaan Sampah.

Perpustakaan sampah ia dirikan dirumahnya yang terletak di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Ide mendirikan sampah muncul ketika dirinya menjadi ketua RT setempat.

“Saat terpilih jadi ketua Rt merasa ada yang mengganjal dengan banyaknya sampah rumah angga dibuang ke kebun kosong yang berada di wilayah saya,” katanya.

Dari situlah mulai terpikir olehnya bagaimana cara mengedukasi warga untuk peduli lingkungan dimulai dari anak-anak yang sering baca buku di perpustakaan.

“Mereka disarankan untuk membawa sampah dulu baik dalam jumlah banyak ataupun sedikit baik organik maupun tidak organik, dari sana muncul nama Perpustakaan Sampah,” katanya.

Buku-buku di Pepustakaan Sampah dikumpulkan dari koleksi pribadi miliknya yang tidak terbaca, lalu menginventarisir buku yang layak untuk dibacakan didepan anaknya. Dari situ, ide membuat perpustakaan untuk anak-anak sekitar kampung muncul, tetapi minat baca anak sangat rendah sehingga tidak menarik lagi untuk baca buku, hingga akhirnya buku tersimpan di etalase.

Elan tidak habis pikir, ia mengajak teman-teman anaknya untuk mendengarkan cerita dari buku yang dibacakannya. Anak-anak sendang dengan adanya cerita tersebut. Dari cerita itu sedikit demi sedikit ikut membaca buku koleksi yang ada di etalase rumahnya.

“Antusias anak membaca tergantung diajak atau tidaknya. Sehingga kalau tidak diajak mereka tidak membaca, kalau diajak mereka mampir dan langsung membaca,” katanya.

Perpustakaan Sampah salah satu wadah edukasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan peduli terhadap lingkungan. Kegiatan yang dilakukan Elan, membina anak-anak dan remaja untuk belajar dan peduli lingkungan dengan membawa sampah sebagai `tiket` membaca buku serta bimbingan gratis.

“Sampah itu juga menjadi tabungan mereka untuk membeli alat tulis dan kebutuhan pendukung belajar lainnya,” kata Elan.

Inovasi yang dilakukan Elan telah mengantarkannya meraih sejumlah prestasi. Ia meraih penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor juara dua lomba pelopor pengelolaan sampah pada Juni 2016 lalu.

Penghargaan berikut diterimanya pada acara puncak Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXIII 2016 oleh GiGa Indonesia yang didukung oleh BKKBN, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta IPB.

Elan bersama-sama warga kini melakukan penggalangan dana untuk membantu keberlangsungan Perpustakaan Sampah. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk membangun penampungan sampah guna mendukung optimalisasi bank sampah yang mulai dijalani oleh warga sekitar.

Pria asal Sukabumi inipun telah mendaftarkan penggalangan dana untuk Perpustakaan  sampah melalui kitabisa.com dengan hastaq #belajardarisampah.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here