Kebun Raya Bogor Harmonikan Manusia dan Tumbuhan

516
Bunga Teratai di Kebun Raya Bogor (google images)

Kebun Raya Bogor akan merayakan ulang tahunya ke-200 tahun, kehadiran kebun raya tertua di Asia Tenggara mencoba untuk menghomonikan manusia dan tumbuhan.

“Sesuai tema dua abad Kebun Raya Bogor “Plant and People in Harmoni” Kebun Raya Bogor ingin mengingatkan kepada kita semua peran penting tumbuhan di alam,” kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya, Didik Widyatmoko dalam jumpa wartawan menjelang peringatan dua abad Kebun Raya Bogor, Jumat.

Didik menjelaskan, alam telah memberikan manfaat kepada manusia tetapi ada keterbatasan. Manusia harus menyadari hal tersebut, karena kalau kapasitas alam itu dirusak dan hilang maka tidak bisa dibangkitkan lagi.

“Kebun Raya Bogor mencoba mengingatkan supaya manusia lebih bijak mendayagunakan tumbuhan yang butuh puluhan tahun untuk dikumpulkan,” katanya.

Menurut Didik, langkah tersebut menjadi tantangan bagi Kebun Raya Bogor umumnya, LIPI khususnya untuk mencipatkan sebuah harmoni antara manusia dan tumbuhan.

Ia menyebutkan, LIPI melalui Kebun Raya Bogor mengandeng para pemangku kepentingan mulai dari swasta, pengambil kebijakan, dan pemerhati lingkungan untuk bersama-sama mengharmonikan konservasi flora Indonesia.

“Kebun Raya Bogor merupakan tonggak sejarah lahirnya LIPI dan lembaga riset lainnya, semangatnya untuk konservasi menyelamatkan tumbuhan untuk keperluan riset dan ekowisata,” katanya.

Awal mula didirikan Kebun Raya Bogor oleh Prof Caspar Georg Karl Rainwardt seorang botanis asal Jerman untuk adaptasi terutama terutama tanaman tropika. Pemerintah Belanda juga menyadari kekayaan alam Indonesia sebagai sumber perekonomian.

“LIPI menyadari pentingnya IPTEK sebagai pilar-pilar bangsa, dengan semangat melembagakan ilmu pengetahuan dan teknologi, dipercaya menjadi koordinator untuk konsevasi tumbuhan secara ek-situ (luar habitat) di Indonesia,” katanya.

Ketua Panitia Peringatan dua abad Kebun Raya Bogor, Joko Ridho Witono menambahkan, peran Kebun Raya Bogor tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi yang utama memiliki misi sangat besar yakni sebagai konservasi, penelitian, edukasi, jasa dan lingkungan.

“Pada dua abad Kebun Raya Bogor ini kami akan menampilkan kiprah yang sudah dilakukan dalam upaya konservasi,” katanya.

Rangkaian peringatan dua abad Kebun Raya Bogor telah dimulai, sejak awal Mei beragam kegiatan disiapkan mulai dari seminar perkebunrayaan, peluncuran empat kebun raya baru di daerah, peresmian dua monumen di dalam Kebun Raya Bogor, hingga peluncuran prangko seri khusus anggrek dari 34 provinsi di Indonesia. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here