Penjualan BBM di Bogor Menurun Awal Ramadhan

482
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah satu Bogor, Jawa Barat mencatat belum ada penambahan pasokan BBM di awal Ramadhan, karena penjualan mengalami penurunan. (google images)

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) wilayah satu Bogor, Jawa Barat mencatat belum ada penambahan pasokan BBM di awal Ramadhan, karena penjualan mengalami penurunan.

“Kami belum mengajukan penambahan pasokan untuk awal Ramadhan, karena saat ini kami mengalami penurunan omset,” kata Ketua Hismawan Migas Wilayah Satu Bogor, Bahriun, kepada Antara, Senin.

Menurut Bahriun, setiap awal Ramadhan, sejumlah pengelolaan SPBU mengalami penurunan omset (laba kotor) berkisar antara 20 sampai 25 persen dari hari biasanya. Hal ini dikarenakan, selama Ramadhan aktivitas masyarakat ikut berkurang, seperti rekreasi, dan berlibur.

“Biasanya berlangsung selama 10 hari pertama Ramadhan, omset turun, setelah itu omset kembali meningkat, kira-kira pertengahan Ramadhan,” katanya.

Turunnya omset penjualan, membuat sejumlah SPBU tidak melakukan penambahan pasokan. Rata-rata untuk SPBU ukuran menengah memesan 16 kilo liter untuk bahan bakar khusus seperti Pertalite, Pertamax dan Solar index. Sedangkan untuk BBM seperti premium dan solar kisaran 20 kilo liter.

“Kami melakukan pengisian tiga kali sehari, tetapi pasokan BBM maupun BBK tetap cukup,” katanya.

Selama Ramadhan, sejumlah pengelola SPBU memberikan layanan spesial yakni pembagian takjil bagi pengisian BBM maupun BBK di waktu mendekati buka puasa. Pembangian takjil gratis ini menjadi anjuran dari Pertamina kepada seluruh SPBU di Indonesia termasuk wilayah Bogor.

Menurut Bahriun, pembagian takjil saat Ramadhan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, setiap SPBU secara bergantian melakukan pembagian takjil kepada para konsumennya.

Di wilayah Bogor, Jawa Barat tercatat ada 125 SPBU yang tersebar di Kota Bogor sebanyak 23 SPBU dan 102 SPBU di wilayah Kabupaten Bogor. Takjil yang dibagi berupa makanan ringan, hanya untuk melepaskan buka puasa, seperti kurma dan air mineral.

“Biasanya semua SPBU melakukan ini, tujuannya berbagai di bulan Ramadhan, kami menyisihkan margin pendapatan untuk dialokasikan berbagi kepada konsumen,” kata Bahriun. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here