Seniman Bogor Buat Lukisan dari Limbah Telur

534
Cangkang Telur (google images)

Seorang seniman asal Kota Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan limbah kulit telur menjadi lukisan tokoh-tokoh fenomenal, baik level nasional hingga internasional.

Bambang Srianto (67) warga Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, saat ditemui, Selasa, memamerkan sejumlah lukisan tokoh dunia, mulai dari Marilyn Monroe, Sadam Husein, Nelson Mandel, Pangeran William, dan Kate Middleton, serta tokoh nasional seperti Joko Widodo dan Ibu Iriana, Basoki Tjahaya Purnama atau Ahok, Soekarno, Soeharto, hingga Menteri Susi Pudjiastuti.

“Marilyn Monroe ini lukisan pertama yang saya buat tahun 2013 lalu,” kata Bambang.

Bambang menyebut ide melukis menggunakan cangkang telur merupakan ide daur ulang.

Selain menggunakan material dari daur ulang limbah cangkang telur, juga mendaur ulang ide melukis dengan cangkang telur yang sudah ada saat ini.

“Yang pasti seni melukis cangkang telur ini sudah ada dimana-mana. Cuma yang membedakannya adalah tema lukisan yang saya buat,” kata Pria lima orang cucu tersebut.

Bambang menceritakan pengalaman awal memulai lukisan dari cangkang telur, berawal dari keinginannya untuk mengisi waktu setelah pensiun dari pekerjaannnya sebagai karyawan perusahaan listrik nasional.

Ide melukis cangkang telur berawal dari keprihatinan terhadap limbah telur yang berserakan di wilayah Bantarjati yang merupakan salah satu sentra kuliner di Kota Bogor.

“Setiap pagi saya selalu liat kawasan tersebut banyak limbah telur, saya berfikir diapakan sampah-sampah kulit telur ini, biar lokasi itu tidak jadi kotor,” kata bapak dua anak ini.

Awal mulanya, Bambang mengumpulkan sampah kulit telur itu setiap paginya. Memilah antara kulit telur ayam dan bebek. Dan menyakini, akan bermanfaat suatu hari ini.

“Kebetulan saya punya bakat seni, saya liat gambar-gambar di grup media sosial itu menarik. Seketika ada gambar Marilyn Monroe yang hanya membutuhkan dua warna Jadi pas dengan sampah kulit telur yang pertama kali saya kumpulkan, yakni biru dan cokelat,” katanya.

Butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan satu lukisan dari cangkang telur berukuran 60×90 CM. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta ketekunan dalam menyusun pecahan cangkang telur yang tidak beraturan hingga menjadi degradasi warna yang akan melukiskan wajah tokoh yang diinginkan.

“Melukis dengan cangkang telur ini seperti menyusun puzzle, harus mencocoknya pecahan dengan pecahan lainnya,” katanya.

Untuk membedakan lukisan cangkang telur miliknya dengan pelukis lainnya,Bambang mengambil karakter kuat dari tokoh-tokoh dunia yang fenomenal, dan memiliki pengaruh, seperti Nelson Mandela, Dalai Lama yang bersalaman dengan Aung San Suu Kyi peraih Nobel dari Myanmar, Sadam Husen, sampai lukisan Paus Yohanes Paulus II yang bergelar Santo.

Bambang juga melukis khusus wajah Pangeran William dan Kate Middleton pada saat momen kelahiran Putri Charlotte of Cambridge. Rencananya lukisan tersebut diberikan sebagai hadiah atas kelahiran cucu kedua Pangeran Charles.

“Saya sempat mengirimkan lukisan ini ke Kedutaan Inggris yang ada di Jakarta, tetapi karena ketatnya prosedur keamanan, jadi lukisan saya tidak diterima,” kata Bambang.

Tokoh lainnya yang dilukis Bambang adalah Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti, lukisan tersebut dibuat khusus untuk mengenang putranya yang telah wafat di Amerika.

Ada juga lukisan Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana pada momen pelantikannya, lalu lukisan Presiden Indonesia, mulai dari Soekarno, Soeharto, Gusdur, Megawati, BJ Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Biar beda, saya buat lukisan ini sepasang Presiden bersama ibu negara, biar jadi pembeda dengan lukisan lain,” kata dia.

Tidak ketinggal Bambang juga melukis Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istrinya Yane Ardian. Juga ada lukisan Ibu Negara Fatmawati, Tommy Soeharto, Prabowo Subiakto dan Titiek Soeharto, Dewi Persik, hingga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

“Lukisan Wali Kota Bogor ini untuk menghormati pimpinan daerah tempat saya tinggal. Beliau juga cukup berjasa karena membangun taman-taman yang menjadi tempat warga berinteraksi,” kata Bambang.

Harapan Bambang, ia dapat mengikuti pameran untuk memamerkan lukisan-lukisan hasil karyanya. Selama ini, baru dua kali ia mengikuti pameran yakni di Universitas Indonesia, dan di Bumi Serpong Damai dalam Festival Indonesia.

“Waktu itu satu lukisan saya laku Rp10 juta, lukisan Bung Karno yang dibeli,” katanya. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here