Bisnis Kuliner Menjadi Sasaran Para Pendatang

463
Memulai Bisnis Kuliner (google images)

Bisnis kuliner menjadi salah satu sasaran para pendatang di Ibu Kota untuk meraup pundi-pundi rupiah dan bertahan hidup.

Lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, Tomy (25), di Jakarta, Senin, yang membuka usaha warung makan mengatakan telah menjalankan warungnya yang ada di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sejak 2013.

Kepada Antara ia menuturkan mendapat omzet per hari di atas Rp2 juta rupiah dan jumlah tersebut dapat menutup kebutuhannya dan keluarga.

“Persiapan masak dari pukul 05.30 WIB, biasanya pukul 10.00 WIB sudah buka sampai pukul 22.00 WIB,” kata dia.

Tantangan yang ditemuinya selama menjalankan bisnis itu adalah mencari karyawan untuk membantu memasak dan melayani pembeli.

“Mencari karyawan agak susah, kadang masalahnya mencari anak, kalau dapat kadang tidak betah atau tidak bisa dan minta pulang,” tutur Tomy.

Selama ini ia biasa meminta tolong untuk mencari tenaga kerja yang berasal dari Tegal, Brebes, atau Pemalang, Jawa Tengah.

Beberapa orang diakui Tomy pernah beberapa kali datang untuk mendaftar bekerja, tetapi ditolaknya karena belum percaya sepenuhnya.

Sementara itu, penjual satai Muhammad Yasir (26) yang berasal dari Jawa Timur mengatakan telah berjualan satai ayam dan kambing sejak 2012 di Jalan Paseban.

Sehari ia dapat menjual 300-500 tusuk satai dengan omzet sebesar Rp300 ribu sampai Rp700 ribu.

“Cukup kalau untuk mencukupi kebutuhan. Manusia selalu ada kekurangan, tetapi kebutuhan keluarga masih bisa tercukupi,” tutur ayah satu anak itu.

Biasanya ia mulai mempersiapkan satai sejak siang dan mulai berdagang saat menjelang malam.

Selain harga kacang dan daging yang naik saat menjelang hari-hari libur agama, tantangan yang dihadapinya adalah persaingan sesama penjual satai.

“Tidak apa-apa rezeeki masing-masing. Kalau dulu ada jaraknya masih kelihatan. Sekarang persaingan lebih sengit, ada juga penjual satai keliling,” ujar Yasir. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here