RI Siap Jelaskan Kondisi Sawit di PBB

207
sumber gambar : blogspot.com

Delegasi RI siap menjelaskan kondisi objektif sektor perkebunan
kelapa sawit Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi di Markas
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat, Rabu (6/9)
pekan ini.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)
Fadhil Hasan dari New York, Senin mengatakan, setelah pertemuan ini,
pemerintah dan dunia usaha berharap negara Barat lebih proporsional dalam
menilai sektor pendulang devisa terbesar ini.

“Mereka (Eropa dan Amerika Serikat) sering tidak proporsional. Kami akan
menjelaskan semuanya,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima
di Jakarta.

Fadhil menjadi salah satu delegasi Gapki dalam pertemuan di PBB ini,
selain itu turut hadir Ketua Umum Gapki Joko Supriyono yang akan

menjadi pembicara, Wakil Ketua Umum Gapki Mona Surya, dan Juru Bicara
Gapki Tofan Mahdi.

Dalam pertemuan tingkat tinggi yang digagas Badan PBB untuk Program
Pembangunan ( UNDP ) tersebut, Ketua Umum Gapki Joko Supriyono akan
memaparkan aspek ekonomi dan ekologi sektor kelapa sawit di Indonesia.

Dibandingkan Malaysia, menurut Fadhil, sektor sawit Indonesia lebih banyak
disorot, khususnya terkait isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Tidak ada pembangunan yang sempurna. Tapi jangan sampai, sorotan tata
kelola sawit yang berkelanjutan itu sekadar kedok untuk menekan Indonesia
dalam negosiasi perdagangan,” ujarnya.

Delegasi Indonesia juga akan menghadiri sejumlah diskusi dan pertemuan
informal dengan UNDP, perwakilan pemerintah AS, dan melakukan kunjungan ke
pabrik cokelat Mars Inc. yang merupakan buyer minyak sawit dari Indonesia.

Selain Indonesia, dua negara juga diundang dalam pertemuan tingkat tinggi
di PBB tersebut, yaitu Peru (peternakan sapi), Brasil (perkebunan
kedelai), dan Liberia (sawit). Ketiga negara ini juga banyak disorot
terkait tata kelola lingkungan mereka.

Fadhil menegaskan, Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk terus
mencapai tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here