TNI AD-Kementan Kerja Sama Dalam TMMD KE-100

174
sumber gambar : http://kodim-0725-sragen.blogspot.co.id

TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian bekerjasama menyelanggarakan
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 guna mencapai swasembada pangan nasional.

“Pada TMMD ke-100 ini, TNI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI
dalam rangka mempercepat tercapainya visi pemerintah untuk meningkatkan
Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI
Mulyono saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)TMMD ke-
100 yang dilaksanakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta
Selatan, Selasa.

Latar belakang kerja sama itu, kata Mulyono selaku Penanggung Jawab
Operasional (PJO) TMMD sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Apel Dansat
TNI AD yang dilaksanakan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada bulan
Desember 2014, tentang perintah kepada TNI AD untuk membantu mewujudkan
program pemerintah swasembada pangan.

“Perintah Presiden tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan MoU antara
Mentan dengan KSAD pada tanggal 8 Januari 2015 untuk mewujudkan Ketahanan
Pangan Nasional.” kata Jenderal Mulyono.

Oleh karena itu, kata dia, tidak berlebihan apabila tema Rakornis TMMD
ke-100 ini adalah “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita
Percepat Pembangunan di Daerah guna Meningkatkan Kemandirian Pangan dan
Kesejahteraan Masyarakat dalam rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”.

Sesuai dengan tema tersebut, maka Kementan akan memberikan dukungan di
setiap wilayah sasaran TMMD berupa bibit pertanian, saluran irigasi dan
alat pertanian, disesuaikan dengan tipologi wilayah tersebut.

Kegiatan TMMD ke-100 TA. 2017 ini akan dilaksanakan selama 30 hari mulai
tanggal 26 September hingga 25 Oktober 2017 melibatkan personel unsur TNI
dan Polri, kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian atau LPNK dan
Masyarakat sebanyak 7.800 orang yang tersebar di 52 satgas, 52 kabupaten
dan kota, 66 kecamatan dan 94 Desa.

LPNK

Pelaksanaan TMMD selama ini merupakan kerja sama antara TNI AD dengan
berbagai kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian di seluruh
wilayah Indonesia. Pelaksanaan TMMD juga melibatkan pemerintah daerah
terutama pemerintah kabupaten-kota Indonesia dan berbagai komponen nangsa
lainnya.

Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada seluruh
gubernur,bupati dan wali kota Nomor 140/174/SJ tanggal 16 Januari 2017
tentang Penambahan kegiatan program TMMD dari dua kali menjadi tiga kali
dalam setahun, maka mulai tahun 2017 ini terdapat perubahan dalam
pelaksanaan TMMD yang semula dua kali dalam setahun menjadi tiga kali
dalam setahun.

“Program TMMD ke-100 ini sendiri, merupakan pelaksanaan TMMD tahap ke-3
pada 2017,” katanya.

Pada TMMD ke-99 yang baru lalu, TNI bekerja sama dengan Kemenkes dengan
melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan di berbagai wilayah
perbatasan dan pulau terluar.

“Terdapat 14 kabupaten dan kota yang menjadi sasaran bakti sosial
kesehatan tersebut, yaitu Rohul, Bintan, Mesuji, Nunukan, Mamuju, Kupang,
Sanggau, Minahasa, Bone Bolango, Buru, Halmahera Barat, Nabire, Puncak
Jaya dan Boven Digoel,” kata mantan Pangkostrad ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here