Bima Arya Bahas Pengendalian Tembakau Se-Asia Pasifik

295
Sumber Gambar : Kotabogor.go.id

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menghadiri Pertemuan Asia
Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (AP-CAT) yakni jejaring atau
perkumpulan kepala daerah se-Asia Pasifik yang berkomitmen dalam
pengendalian tembakau.

“AP-CAT berlangsung 3 sampai 5 September 2017. Wali Kota Bogor adalah
Ketua AP-CAT, kehadirannya selain untuk membuka pertemuan, juga menjadi
pembicara,” kata Kepala Seksi Informasi Kesehatan dan Humas Dinas
Kesehatan Kota Bogor, Nia Nurkania di Bogor Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bogor menyampaikan presentasi mengenai
upaya-upaya yang telah dilakukan dalam implementasi Perda Nomor 12 Tahun
2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan implementasi Perda Nomor 1
Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame serta Penertiban Display
Penjualan Rokok di Kota Bogor.

Selain itu, disampaikan pula komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat dengan membangun berbagai faslitas dan ruang
terbuka hijau dan kampanye AYO BERGERAK untuk seluruh masyarakat Kota
Bogor.

Pada pertemuan hari pertama Senin (4/9) beberapa hal penting yang
disimpulkan antara lain adalah pentingnya data yang akurat dan `update`
untuk membantu menentukan kebijakan.

Kebijakan yang dimaksudkan adalah untuk penguatan implementasi yang
didukung pendanaan; perlunya kemitraan dari semua pemangku kebijakan
terkait, akademisi, NGO, tokoh masyarakat; pemanfaatan media sosial dalam
kampanye pengendalian tembakau; dan meningkatan kampanye untuk melindungi
generasi muda dari bahaya rokok melalui kegiatan-kegiatan kurikuler maupun
non kurikuler di sekolah.

Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (AP-CAT) adalah jejaring
atau perkumpulan dari wali kota dan bupati se Asia Pasifik yang memilik
komitmen dalam pengendalian tembakau.

AP-CAT dibentuk pada November 2016, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto
dan Wali Kota Filipina, Fraancis Anthoni S Garcia terpilih sebagai
ketuanya.

Pada saat didirikan AP-CAT diikuti oleh 12 kota dari delapan negara dengan
didukung Kementerian Kesehatan RI, Kamboja, Myanmar, Laos, Blomberg dan
Union, dengan Sekretariat di Singapura.

Saat ini sebanyak 21 kota/kabupaten se Asia Pasific sudah bergabung dalam
AP-CAT. Tujuan dibentuknya AP-CAT memiliki agenda utama yaitu membangun
komitmen politik bahwa pemimpin memiliki peran penting dalam perkembangan
pembangunan kesehatan baik di tingkat nasional dan daerah.

Adapun upaya yang dilakukan oleh AP-CAT yakni membuat dan
mengimplementasikan kebijakan dalam pengendilan tembakau. Membuat
kebijakan lokal dimasing-masing kota/kabupaten dalam mencegah penyakit
tidak menular.

Upaya berikutnya, mencegah intervensi industri rokok dalam mempengaruhi
kebijakan politik dengan penguatan regulasi, melibatkan masyarakat, stake
holder terkait dan media.

Beberapa hal penting yang dibahas pada pertemuan AP-CAT di Singapura
antara lain sejauh mana upaya pengendalian tembakau dan pencegahan
penyakit tidak menular yang sudah dilakukan di berbagai kota di dunia.

AP-CAT merupakan rangkaian dari Konferensi Pengendalian Tembakau di
wilayah Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI
bekerja sama dengan The Union (lembaga internasional terkait pengendalian
tembakau).

Konferensi Pengendalian Tembakau di wilayah Asia Pasifik rencananya akan
dilaksanakan bulan November 2017, dan Kota Bogor terpilih sebagai tuan
rumah. Sebelum AP-CAT telah dilaksanakan Aliansi Bupati dan Wali Kota
Peduli KTR dan PTM sebagai rangkaian awal konferensi.

Aliansi bupati dan wali kota peduli KTR dan PTM membahas berbagai
persoalan terkait pengendalian tembakau salah satu isunya adalah evaluasi
penerapan Perda KTR. Saat ini baru ada 250 kabupaten dan kota yang
menerapkan Kawasan Tanpa Rokok.

Pada saat menerima kunjungan lembaga internasional bidang pengendalian
tembakau The Union dan Bloomberg, Maret 2017. Wali Kota Bogor Bima Arya
Sugiarto menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah Konferensi Pengendalian
Tembakau se-Asia Pasifik.

Bima juga menyatakan kesanggupan Pemkot Bogor sebagai motor penggerak
dalam isu pengendalian tembakau di Indonesia.

“Kami akan berkomunikasi dan menggalang dukungan dengan kepala-kepala
daerah yang lain untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) pengendalian
tembakau,” kata Bima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here