Kemenpupr Memperkirakan Usia Tanggul Laut 50-100 Tahun

210
Sumber Gambar : presidenri.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui
Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane memperkirakan usia pakai
tanggul laut yang tengah dibangun di pesisir Jakarta Utara bisa mencapai
50 sampai 100 tahun.

Kepala BBWSCC T. Iskandar, di Jakarta, Selasa, mengatakan pembangunan
pengaman pantau atau tanggul laut Tahap II yang berlokasi di Muara Baru
dan Kalibaru tersebut menggunakan tiang pancang beton dengan mutu K600.

“Tanggul yang kami gunakan dengan struktur beton K600 paling tidak
bertahan 50 sampai 100 tahun kalau tidak terjadi di luar perencanaan.
Karakteristik K600 ini mampu menahan beban besar per 100 cm persegi
sebanyak 600 kilogram,” kata Iskandar usai meninjau Tanggul Laut Kalibaru,
Cilincing, Jakarta.

Ada pun pembangunan tanggul laut tahap II terdiri atas dua paket, yakni
Paket 1 berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Penjaringan, Jakarta
Utara dengan panjang tanggul 2,3 km dan Paket 2 di Kelurahan Kali Baru,
Cilincing, dengan panjang tanggul 2,2 km.

Iskandar memaparkan pembangunan tanggul di kedua lokasi menggunakan tiang
pancang beton bulat “spun pile” khusus dengan diameter 1,2 meter, panjang
24 meter, ketebalan 15 cm dan berat 28,7 ton per batang.

Selain itu, beton mutu K600 ini menggunakan semen tipe 5 yang dikhususkan
untuk struktur di daerah asin atau air laut. Material ini diangkut dari
Lampung menggunakan tronton berkapasitas 60-65 batang beton.

Ada pun saat ini perkembangan pekerjaan tanggul laut di Muara Baru sudah
mencapai 59 persen dari total panjang 2.300 meter, sedangkan tanggul laut
di Kalibaru mencapai 57 persen dari panjang 2.200 meter.

Pembangunan tanggul tahap II sepanjang 4,5 kilometer ini menjadi bagian
dari program jangka pendek Pembangunan Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau
National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Khusus tanggul laut di Kalibaru, BBWSCC telah membangun percontohan
tanggul laut sepanjang 100 meter yang dilengkapi dengan jalur inspeksi
untuk pejalan kaki, jalur sepeda, dermaga apung serta ruang terbuka hijau
seluas 3.000 meter.

“Kondisinya disesuaikan dengan tempat yang ada karena ini kan pemukiman
warga. Nanti akan disesuaikan sesuai fungsi pesisirnya. Contoh kalau di
Priok itu daerah dermaga, akan berbeda dengan di Ancol yang disesuaikan
dengan tanggul wisata,” ungkapnya.

Menurut dia, pengamanan pantai dengan tanggul laut selain untuk
mengendalikan penurunan permukaan tanah, juga mengendalikan banjir rob
yang terjadi pada musim tertentu di bagian utara Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here