Panglima TNI: Terima Kasih Filipina Bebaskan Sandera

220
Sumber gambar : https://kabartangsel.com

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan
terima kasih kepada militer Filipina yang telah membantu membebaskan dua
warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina
Selatan, Sawal dan Saparudin.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada partner TNI,
yakni Armed Force of the Philipines (AFP) yang telah menyelamatkan dua
sandera kita. Mereka pun berjanji untuk segera menindaklanjuti lima WNI
yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf,” kata Panglima TNI usai
Pembukaan Piala Panglima TNI 2017 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur,
Jumat.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjamin bahwa pembebasan dua sandera itu
tidak ditebus.

“Ini merupakan upaya diplomasi yang dilakukan oleh TNI dengan militer
Filipina. Lima WNI lainnya masih dalam proses,” katanya.

Karena, lanjut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini,
pembebasan sandera ini harus benar-benar dilakukan dengan teliti dan
benar-benar aman.

“Jangan sampai nanti kita salah langkah. Tidak ada negosiasi untuk ganti
rugi, tidak ada,” tegas Panglima TNI.

Kedua WNI disandera Abu Sayyaf sejak 19 November 2016. Keduanya dibebaskan
oleh Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) untuk langsung dievakuasi ke rumah
sakit di Zamboanga untuk mendapat perawatan medis.

“Kini kondisinya sudah dalam keadaan baik dan sehat,” kata Panglima TNI.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa dua WNI yang dibebaskan militer Filipina
setelah disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan akan
diserahkan kepada pihak perwakilan pemerintah RI di Filipina, Jumat pagi
ini.

Keterangan resmi yang diperoleh Antara di Jakarta menyebutkan bahwa kedua
WNI yang dibebaskan militer Filipina, Kamis, adalah Sawal dan Saparudin,
penduduk Majene, Sulawesi Barat.

Keduanya akan diserahkan Komando Militer Mindanao Wilayah Barat kepada
Atase Pertahanan RI di Filipina Kolonel (P) Asep Syaefudin, sekitar pukul
09.30 waktu setempat.

Dengan dibebaskannya dua WNI itu, kini tersisa lima orang WNI masih
disandera Abu Sayyaf di Pulau Jolo, Mindanao.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir
mengatakan bahwa seluruh WNI yang disandera dalam kondisi baik.

“Saat ini WNI yang disandera lokasinya berpindah-pindah meski kadang juga
jumlahnya dipecah. Akan tetapi, masih dalam lokasi yang sama. Informasinya
juga bahwa keadaan para sandera kini dalam kondisi yang baik,” kata
Arrmanatha.

Militer Filipina membebaskan dua WNI yang menjadi sandera Abu Sayyaf
setelah selamat dari kontak senjata antara polisi Filipina dan kelompok
militan itu di Jolo.

Mengutip Reuters, komandan militer Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana
mengatakan kepada wartawan, dalam serangan itu lima anggota kelompok
militan tewas, sedangkan lima anggota militer Filipina terluka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here