DPR Akui Kirim Surat Tunda Pemeriksaan Novanto

202
Sumber Gambar : kota-cerebon.kpu.go.id

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku menandatangani surat
permintaan penundaan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto yang ditujukan
kepada pimpinan KPK.

“Saya hanya meneruskan aspirasi saja, jadi itu permintaan Novanto,” kata
Fadli di Gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu.

Fadli mengatakan permintaan Novanto itu sama seperti halnya masyarakat
umum yang banyak meminta hal yang sama sehingga dirinya hanya meneruskan
permintaan tersebut.

Menurut dia, seluruh pimpinan DPR mengetahui surat permintaan dari Novanto
tersebut dan meneruskannya kepada dirinya karena merupakan Wakil Ketua DPR
bidang politik dan keamanan.

“Alasan Pak Novanto agar mengikuti semua proses hukum sesuai dengan aturan
yang ada,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan permintaan Novanto itu
mengatasnamakan masyarakat dan bukan sebagai Ketua DPR RI. Namun dirinya
menyerahkan kepada KPK terkait surat tersebut, dan lebih baik melihat
aturan yang berlaku.

“Terserah kepada proses aturan hukumnya yang ada di KPK. Pengiriman surat
itu tidak ada masalah,” katanya.

Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal DPR RI Hani Tahapsari
menyampaikan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berisi
permintaan agar KPK menunda proses penyidikan terhadap Ketua DPR Setya
Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik, pada Selasa
(12/9).

“Ada surat dari pimpinan DPR yang poin pentingnya sebagai bahan
pertimbangan lainnya KPK agar menghormati proses praperadilan yang
diajukan,” ujar Kepala Biro Pimpinan Kesetjenan DPR Hani Tahapsari di
Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/9).

Dalam surat tersebut, pimpinan DPR menilai praperadilan adalah hal yang
lumrah dalam proses penegakan hukum. Pimpinan DPR meminta KPK
mengedepankan azas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum
praperadilan yang sedang berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here