Hotel di Bogor Raih Sertifikat Ramah Lingkungan

215
Sumber gambar : heidyandheici.blogspot.co.id

Untuk pertama kalinya hotel di Kota Bogor meraih setifikat
hotel ramah lingkungan, yakni The 101 Bogor, Suryakencana, memperoleh
sertifikat “Excellence in Design For Greater Efficiencies” (EDGE) yang
disertifikasi oleh Green Building Council Indonesia.

“The 101 Bogor jadi hotel pertama di Kota Bogor yang sudah bersertifikat
sebagai hotel ramah lingkungan (green hotel),” kata selaku PR The 101
Bogor, Sabrina, Senin.

Sabrina menjelaskan, The 101 Bogor telah memenuhi syarat untuk mendapatkan
sertifikat tersebut karena nilai yang diperoleh di atas standar yang
ditetapkan, yaitu minimum penghematan sebesar 20 persen.

Ia mengatakan, ada tiga kategori yang telah dicapai untuk mendapatkan
sertifikat hotel ramah lingkungan (green hotel certification), yaitu
penghematan sebesar 46 persen untuk energi, 25 persen untuk air, dan
penghematan dalam penggunaan serta pemilihan material “less embodied
energy in material” sebesar 41 persen.

“Faktor interior menjadi salah satu faktor yang sangat dominan dalam
mendukung untuk mendapatkan sertifikat ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu banyaknya ruang terbuka di area publik sehingga sinar matahari
membantu untuk meminimalisir penggunaan energi listrik.

“The 101 Bogor hotel kedua di bawah payung PHM Hospitality yang menerima
sertifikat Geen Hotel setelah The 101 Yogyakarta di bulan Juni 2017 lalu,”
katanya.

Hotel yang sudah dua tahun berdiri di Kota Bogor ini juga memiliki
prestasi sebagai hotel berpenampilan terbaik atau “Best Performance Hotel”
dari Agoda Gold Circle Award menyisihkan 15 ribu hotel yang bekerjasama
dengan Agoda dan 72 di antaranya adalah hotel di Indonesia serta
“Certificate of Excellence” dari Tripadvisor.

The 101 Bogor terletak di kawasan pecinan Jl Suryakencana, Kota Bogor
memiliki 156 kamar dengan pendingin ruangan VRV yang dapat menyesuaikan
suhu sesuai jumlah orang di dalam ruangan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf)
Shahlan Rasyidi menyebutkan, peran hotel sangat penting dalam meningkatkan
kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.

Tercatat ada 90 hotel baik yang berbintang maupun melati tersebar di
wilayah tersebut. Setiap hotel diwajibkan memiliki karakter “Someah Hade
Ka Semah” sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 81 Tahun 2015.

“Karakter `Soemah Hade Ka Semah` itu hotel harus menampilkan keramahan,
senyum dan sapa kepada tamunya,” kata Shahlan.

Tahun 2017 ini Disbudparekraf Kota Bogor menargetkan 5,5 juta kunjungan
wisata. Target tersebut optimistis tercapai dengan peran semua pihak
termasuk perhotelan dan restoran.

Kampanye wisata ramah lingkungan kian menjamur di Indonesia, seiring gaya
hidup serba ramah lingkungan yang menjadi tren, sehingga mendorong
munculnya hotel-hotel ramah lingkungan, walau jumlahnya masih terbatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here