Posyandu Bogor Tampil Unik Sukseskan Imunisasi MR

180
https://www.youtube.com

Posyandu Kenanga I di Kelurahan Kedung Jaya, Kota Bogor, Jawa Barat, mendekorasi ruang pos pelayanan kesehatan tersebut menjadi unik dalam rangka menyukseskan imunisasi Measles dan Rubella (MR), Senin.

“Warga berinisiatif untuk membuat suasana imunisasi MR lebih menarik bagi anak-anak sehingga nyaman saat diberikan imunisasi,” kata Waluyo Ketua RW 05.

Posyandu Kenanga I terletak di RT 05/RW 05 Cimanggu Wates, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Tercatat ada 112 balita yang akan diberikan imunisasi campak dan rubella.

“Targetnya ada 112 balita, semoga dapat tercapai,” kata Waluyo.

Menurut dia, warga berinisiatif mendekor ruangan Posyandu menjadi lebih unik agar anak-anak balita tertarik dan senang mengikuti imunisasi tersebut.

Petugas Posyandu membuat konsep Posyandu menggunakan tema ulang tahun. Selain itu anak-anak akan mendapat bingkisan ulang tahun setelah diberi imunisasi. Isi bingkisan berupa makanan tambahan seperti biskuit, susu dan buah-buahan.

“Semua anggaran berasal dari swadaya masyarakat,” kata Waluyo.

Pemberian imunisasi berlangsung dari pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Suasana Posyandu yang unik ini memudahkan para orang tua untuk membuat anak-anaknya nyaman saat dan sesudah diberikan imunisasi.

Sesuai aturan, anak-anak yang sudah diberikan imunisasi tidak dibolehkan pulang langsung, harus menunggu selama 30 menit untuk masa observasi, guna mengecek kejadian ikutan pascaimunisasi.

“Karena setelah diimunisasi, sasaran harus menunggu sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan untuk memantau kemungkinan kejadian ikutan pascaimunisasi,” kata Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kota Bogor Lindawati.

Linda menegaskan bahwa imunisasi campak dan rubella tersebut sangat aman, kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dapat diantisipasi. Reaksinya lokal, hanya rasa nyeri di lokasi suntikan, bengkak di lokasi suntikan. Selain itu juga ada reaksi sistemik, seperti demam yang muncul pada hari kelima pascaimunisasi.

“KIPI sudah kita antisipasi, adapun reaksi lokal ini itupun sangat biasa,” kata Linda.

Pemberian imunisasi MR sifatnya wajib tidak memerlukan individual informed consent sebagai upaya memutus transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Campak disebabkan oleh virus Myxovirus Viridae Measles. Penularannya dengan cara percikan ludah dan melalui jalan nafas. Komplikasi beratnya, radang parung, radang otak, radang telingan, dehidrasi dan kematian.

Bahaya sakit campak menyebabkan sakit berat yang dapat menyebabkan kematian, gizi buruk, diare berat, infeksi paru, memperberat penyakit Tb paru, radang otak, dan dapat menimbulkan wabah kejadian luar biasa.

Sedangkan rubella, penyakit infeksi virus akut, sangat menular yang biasnya berupa penyakit ringan pada anak. Disebabkan oleh virus rubella dan cara penularannya melalui saluran nafas pada saat batuk atau bersin.

Komplokasi berat pada rubella adalah bila menulari ibu hami pada trismester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital atau Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Linda menjelaskan, tujuan pelaksanaan imunisasi MR adalah mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) tahun 2020. Dengan tujuan khusus antara lain, meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat.

“Tujuan lainnya memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian CRS,” kata Linda.

Pemberian imunisasi MR di Kota Bogor dilaksanakan di 1.715 pos, terdiri dari 975 Posyandu, 286 TK, 319 SD dan 135 SMP, menyasar 257.276 anak dari balita hingga 15 tahun. Pelaksanaan berlangsung dari bulan Agustus hingga September ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here