Trump : PBB Belum Kerahkan Seluruh Potensi

270
sumber gambar :theatlantic.com

Presiden Donald Trump pada Senin mengkritik Perserikatan
Bangsa-Bangsa yang dibebani oleh birokrasi dan salah urus serta mendesak
dilakukannya reformasi supaya badan dunia itu muncul lebih kuat dan
memiliki kekuatan yang lebih efekrif untuk perdamaian.

Lebih dari 120 negara diundang untuk mengikuti pertemuan tersebut setelah
menandatangani 10 poin deklarasi politik upaya bantuan oleh Sekretaris
Jenderal PBB Antonio Gutteres untuk “menginisiasi perubahan efektif dan
berarti”.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa setiap peluang
kesepakatan imigrasi dengan Demokrat harus memasukkan ketentuan besar
untuk keamanan perbatasan.

Ia juga mengatakan bahwa rencananya untuk membangun dinding di sepanjang
perbatasan Meksiko akan menyusul.

Trump ditanya oleh wartawan mengenai kemungkinan kesepakatan dengan
Demokrat atas nasib para imigran yang dibawa ke Amerika Serikat secara
tidak sah.

Dia telah memerintahkan pembubaran program, yang dikenal sebagai Penundaan
Tindakan bagi Imigran Anak (DACA) , yang memungkinkan orang dewasa muda
untuk tetap tinggal, tetapi kongres telah diberi waktu selama enam bulan
untuk memberika rencana alternatif.

Sebelumnya Kalifornia dan tiga negara bagian lainnya menggugat
pemerintahan Presiden Donald Trump karena keputusannya mengakhiri
perlindungan bagi imigran ilegal yang memasuki Amerika Serikat saat
anak-anak.

Hal itu merupakan upaya terakhir jaksa agung negara bagian dari Partai
Demokrat untuk menyelamatkan kebijakannya.

Jaksa Agung California Xavier Becerra mengatakan langkah Trump untuk
membatalkan program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) yang
melindungi imigran dari deportasi dan memberi ijin kerja adalah “parodi
ekonomi” untuk negara bagian AS yang berpenduduk paling banyak dan
bergantung pada buruh imigran tersebut.

Minnesota, Maryland dan Maine bergabung dengan California dalam mengajukan
tuntutan hukum di pengadilan federal San Francisco.

Trump pada pekan lalu mengatakan dirinya akan mengakhiri program tersebut,
yang dibuat pada tahun 2012 oleh pendahulunya dari Demokrat yakni Barack
Obama, yang akan efektif pada Maret dan memberi waktu pada Kongres selama
enam bulan untuk menentukan nasib hampir 800 ribu orang dewasa muda yang
dilindungi oleh program DACA, yang disebut “Dreamers.”

Juru bicara Departemen Kehakiman tidak bisa segera dihubungi untuk
memberikan komentar.

Departemen tersebut pekan lalu mengatakan Obama melewati batas hak
konstitusionalnya saat dia melangkahi Kongres dan menciptakan program
tersebut secara sepihak.

Pekan lalu, 16 jaksa agung negara bagian lainnya mengajukan tuntutan
terpisah di pengadilan federal Brooklyn yang mengatakan keputusan Trump
melanggar perlindungan konstitusional bagi “Dreamers”, serta klaim
lainnya. Gugatan di Kalifornia menegaskan alasan hukum yang sama.

Gugatan oleh Kalifornia juga mengatakan, jika orang yang dilindungi di
bawah DACA kehilangan hak atas pekerjaan mereka, maka mereka akan
kehilangan asuransi kesehatan yang diberikan oleh majikan, yang berpotensi
meningkatkan pengeluaran negara terhadap orang yang tidak diasuransikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here