Pemkab Bogor Percepat Penyelesaian Lima Pasar

132
indoplaces.com

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengejar target lima proyek pembangunan pasar tradisional senilai Rp20 Miliar selesai tepat waktu diakhir 2017.

“Sesuai Visi Kabupaten Bogor Kabupaten Termaju di Indonesia, kita kejar akhir tahun ini selesai lima, sisanya tahun 2018 sampai akhir periode,” kata Kepala Seksi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor Wahyu Hendra Guntara di Cibinong, Senin.

Wahyu menjelaskan untuk menjalankan visi pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas pasar rakyat pada 40 kecamatan yang ada di wilayahnya, pihaknya juga dibantu oleh program revitalisasi 5000 pasar tradisional secara nasional oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pembangunan lima pasar pada tahun 2017 mendapatkan dana Rp6 miliar dari APBN untuk pembangunan tahap pertama Pasar Ciseeng dengan luas tanah 7.000 meter dan Rp14 miliar untuk empat pasar lainnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pasar Nanggung seluas 4.000 meter mendapat Rp3 miliar sebagai revitalisasi tahap kedua oleh APBD setelah pada tahun 2016 mendapat bantuan dana sebesar Rp6 miliar dari APBN.

Sedangkan Pasar Kemang dan Leuwisadeng dengan luas masing-masing 3.000 meter menggunakan dana APBD murni masing-masing sebesar Rp3 miliar.

Kemudian Pasar Tenjo seluas 4.000 meter mendapatkan dana sebesar Rp4 miliar dan ketiganya ditargetkan hanya cukup dalam satu tahap pembangunan pada 2017.

Pembangunan tersebut diharapkan bisa menjadi fasilitas memadai bagi masyarakat untuk mendapatkan kenyamanan berbelanja di pasar tradisional ke depan.

“Operasionalnya kami serahkan ke PD Pasar Tohaga sebagai BUMD yang mengelola,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Romli Eko Wahyudi mengatakan dari lima pasar yang direvitalisasi pihaknya telah menyiapkan konsep zona komoditas dan sistem iuran baru yang lebih praktis bagi pedagang.

Setelah pembangunan selesai, pihaknya segera menata penempatan area perdagangan pakaian dan bahan makanan mirip seperti mal.

Pengelompokkan itu berguna bagi pembeli, pedagang maupun pengelola dalam mengawasi kebersihan, ketertiban dan keamanan kegiatan perdaganan.

“Jadi semua akan lebih rapi dan terpantau dengan baik,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here