Pendiri Majalah Playboy Hugh Hefner Tutup Usia Pada 91 Tahun

406
sumber gambar : keloland.com

Pendiri Playboy Hugh Hefner, yang mengantarkan
revolusi seksual pada 1960-an dengan majalah pria Playboy, tutup usia pada
Rabu dalam usia 91 tahun, demikian pernyataan perusahaan Playboy.

Hefner yang disebut “dewa hedonisme pop”
oleh majalah Time, meninggal di rumahnya, demikian pernyataan Playboy
Enterprises.

� Hefner semasa hidupnya digambarkan sebagai Peter Pan yang
menyimpan tujuh gadis muda berambut pirang di Mansion Playboy legendaris
miliknya. Hal tersebut tercatat dalam “The Girls Next Door,” acara
realitas televisi yang ditayangkan mulai 2005 hingga 2010.

Hefner menciptakan Playboy sebagai majalah
cetak pria pertama yang penuh gaya, dan selain potret telanjang, isi
majalahnya memiliki daya tarik intelektual dengan melibatkan penulis papan
atas seperti Kurt Vonnegut, Joye Carol Oates, Vladimir Nabokov, James
Baldwin dan Alex Haley.

Wawancara mendalam dengan tokoh bersejarah
seperti Fidel Castro, Martin Luther King Jr., Malcolm X dan John Lennon
juga tampil secara reguler dalam majalah tersebut.

Edisi cetak pertama keluar pada Desember 1953
dengan menampilkan foto telanjang aktris Marilyn Monroe, yang seketika
menjadi hit. Saat majalah tersebut dirilis, Playboy diserang oleh penganut
paham kanan karena ketelanjangan dan feminis paham kiri yang mengatakan
bahwa hal itu merendahkan wanita sebagai objek seks.

Hefner pernah menyatakan seks sebagai “faktor pendorong utama dalam
perjalanan sejarah manusia”, dengan menggunakan bahasan tersebut, model
bisnis Playboy berkembang selama revolusi seksual dan memasuki era 1970-an
dengan sirkulasi bulanan mencapai 7 juta kopi.

Setelah menderita stroke ringan pada 1985,
Hefner menjadikan putrinya Christie sebagai pemimpin Playboy Enterprises
dan dia merombak bisnis tersebut sebelum mengundurkan diri pada 2009.
Putra Hefner, Cooper, yang berusia hampir 40 tahun lebih muda dari
Christie, berperan besar dalam perusahaan pada 2014.

“Ayah saya menjalani kehidupan yang luar
biasa dan berdampak sebagai pelopor media dan budaya, suara terdepan di
balik beberapa gerakan sosial serta pergerakan budaya paling penting di
zaman kita dalam menyokong kebebasan berbicara, hak-hak sipil dan
kebebasan seksual,” ujar Cooper dalam pernyataannya pada unggahan di media
sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here