200 Km Jalan Perbatasan Kaltara Belum Tembus

243
Sumber Gambar : kaltara.prokal.co

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
mengumumkan, sepanjang 200 kilometer (Km) jalan paralel perbatasan
di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga saat ini ini belum tembus.

“Ya, yang belum tembus sekitar 200 kilometer karena masih dalam tahap
membuka lahan hutan kerja sama dengan TNI,” kata Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa.

Menurut Basuki, total Jalan Perbatasan di Kaltara sepanjang 983 km,
terbagi menjadi jalan paralel perbatasan sepanjang 603 km dan jalan akses
perbatasan menuju Pos Lintas Batas sepanjang 380 km.

Menurut Basuki, pembangunan jalan di perbatasan menunjukkan kehadiran
negara yang serius untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk perbatasan
melalui peningkatan konektivitas jalan.

“Akan ditangani pembukaan jalan sepanjang 127 km pada tahun 2018 dan
sisanya sepanjang 73 km pada 2019. Sehingga pada tahun 2019 ditargetkan
jalan paralel perbatasan di Kaltara tembus seluruhnya. Selanjutnya akan
dilakukan perbaikan dan perkerasan jalan oleh Kementerian PUPR,” katanya.

Sementara untuk pembangunan jalan akses perbatasan menuju Pos Lintas Batas
Negara sepanjang 380 km, dikatakan Menteri Basuki saat ini seluruhnya
sudah tembus dan dalam tahap proses perkerasan jalan untuk kemudian
diaspal secara bertahap.

“Kaltara memiliki dua akses jalan ke perbatasan yakni Mensalong-Tou Lumbis
sepanjang 148 Km dan Malinau-Long Bawan-Long Midang sepanjang 232 Km.
Prioritas saat ini untuk segera dikerjakan adalah ruas Malinau – Long
Bawan – Long Midang,” katanya.

Kementerian PUPR secara bertahap tengah mengerjakan peningkatan kualitas
jalan pada ruas Long Bawan – Long Midang sepanjang 10,7 km, dengan progres
tiga km sudah dilakukan rekonstruksi aspal pada 2017. Selanjutnya pada
2018, akan dilanjutkan rekonstruksi jalan sepanjang empat kilometer dan
pembangunan tiga jembatan baru, serta sisanya 3,7 kilometer dituntaskan
pada 2019.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Timbul Manahan Pasaribu
mengatakan, saat ini tengah dilakukan survei persiapan untuk pembangunan
jalan dan jembatan di ruas tersebut.

“Kita lakukan survei yang rinci untuk memperoleh trase jalan dan jembatan
yang baik, sekaligus menghindari ruas yang terlalu curam. Kita
mempertimbangkan kondisi topografi, tanah dan geologi setempat” ujar
Timbul Pasaribu.

Sementara itu Bupati Malinau, Yansen TP secara terpisah menyatakan,
pembangunan jalan di perbatasan sangat penting untuk mengurangi
ketergantungan penduduk Indonesia di perbatasan dengan negara tetangga
untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Jika jalan akses perbatasan dan paralel perbatasan sudah tembus
seluruhnya, maka jalur logistik untuk penduduk perbatasan bisa langsung
datang dari berbagai wilayah di Pulau Kalimantan,” ujarnya.

Pengembangan Irigasi

Selain terus berupaya meningkatkan konektivitas pada kawasan perbatasan,
Menteri Basuki juga mengungkapkan rencana pembangunan jaringan irigasi
seluas 10.000 ha di Kabupaten Malinau untuk mendukung pengembangan sentra
pertanian.

“Kita akan kaji dulu potensinya dengan kegiatan survei, investigasi dan
disain,” ujar Menteri Basuki.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan beras pada kawasan perbatasan RI,
katanya, pihaknya akan mengusulkan pengembangan potensi lahan pertanian
10.000 ha.

“Untuk itu perlu didukung dengan jaringan irigasi di kawasan Binuang dan
Krayan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here