IMF Peringatkan Utang Rumah Tangga Tinggi Dapat Picu Krisis Keuangan

168
Sumber Gambar : www.openulis.com

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (3/10) memperingatkan
bahwa tingginya utang rumah tangga dapat memicu krisis keuangan
dalam jangka menengah.

“Kenaikan utang rumah tangga mendorong pertumbuhan dalam jangka pendek,
namun dapat menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi dan keuangan dalam
jangka menengah,” Laporan Stabilitas Keuangan Global IMF Oktober 2017
mengatakan.

Utang rumah tangga di negara-negara maju dan negara-negara berkembang
terus meningkat setelah krisis keuangan global, katanya.

Median atau rata-rata rasio utang rumah tangga terhadap PDB di antara
negara-negara berkembang meningkat dari 15 persen pada 2008 menjadi 21
persen pada 2016. Di antara negara-negara maju, rasionya meningkat dari 52
persen menjadi 63 persen selama periode yang sama.

Penelitian tersebut menemukan bahwa ekonomi akan tumbuh lebih cepat dan
tingkat pengangguran akan turun dalam jangka pendek ketika rasio utang
rumah tangga terhadap PDB meningkat. Namun, selama tiga sampai lima tahun,
pertumbuhan utang rumah tangga yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan
kemungkinan krisis perbankan yang lebih besar.

Laporan IMF juga menemukan bahwa konsekuensi jangka menengah negatif dari
utang rumah tangga yang lebih tinggi lebih terasa bagi negara-negara maju
daripada pada negara-negara sedang berkembang, di mana partisipasi utang
rumah tangga dan pasar kredit lebih rendah.

Dampak-dampak negatifnya bisa semakin kuat bila negara-negara memiliki
lebih banyak akun modal terbuka dan nilai tukar tetap, serta sistem
keuangan mereka kurang berkembang.

Laporan tersebut mengatakan bahwa dampak negatif dari tingginya utang
rumah tangga dapat dikurangi jika negara memperbaiki peraturan keuangan
mereka, mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal, menerapkan
nilai tukar fleksibel, dan ketidakmerataan pendapatan yang lebih rendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here