PLN Targetkan Efisiensi RP25 Triliun Per Tahun

270
sumber gambar : frontroll.com

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan efisiensi
hingga Rp25 triliun per tahun dari negosiasi penurunan harga jual listrik
pada tiap proyek target 35.000 MW.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Banten, Kamis, mengatakan jika
negosiasi kepada calon kontraktor dan berhasil menurunkan harga PPA (power
purchase agreement) hingga 4,2 sampai 4,6 sen dolar AS per Kwh kepada
seluruh proyek maka selisih efisiensi dari target 25.000 MW (10.000 MW
porsi PLN) yang digarap oleh swasta bisa hemat Rp25 triliun.

Hal tersebut disampaikan lantaran pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) Jawa 7 di Banten berhasil negosiasi menurunkan harga sampai
4,21 sen dolar AS per Kwh.

Kemudian Sofyan juga menyampaikan bahwa kondisi keuangan PLN pada saat ini
baik-baik saja, tidak ada masalah kerugian berarti seperti yang
dibicarakan.

Pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7,9, dan
10 di Serang, Banten dengan total kapasitas 4.000 MW telah diresmikan oleh
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Direktur PLN Sofyan
Basir.

Selain peresmian PLTU IPP Banten, ada juga peninjauan Pembangunan Coal
Terminal 20 juta ton di Provinsi Banten masih di wilayah yang sama dengan
PLTU. Keseluruhan proyek ini bernilai 6,015 miliar dolar AS.

Proyek PLTU Jawa 7,9, dan 10 serta PLTU IPP Banten merupakan salah satu
proyek yang masuk ke dalam program 35.000 MW. Sementara pembangunan Coal
Terminal 20 juta ton merupakan salah satu sarana pendukung untuk
memperkuat dan mengefektifkan rantai pasok batu bara untuk PLTU pada
wilayah Jawa Bagian Barat.

PLTU Jawa 7 (Kapasitas 2 X 1.000 MW) direncanakan beroperasi pada tahun
2020 dengan harga jual ke PLN sebesar 4,21 sen dolar AS/kWh. Pengadaan
proyek ini menggunakan skema bisnis Build, Own, Operate, and Transfer
(BOOT) selama 25 tahun.

Dengan nilai investasi sebesar 1,88 miliar dolar AS, PLTU Jawa 7
menggunakan teknologi Ultra Super Critical Boiler yang berbahan bakar batu
bara kalori rendah (4.000 – 4.600 kkal/kg Ash Received). Jenis pembangkit
ini dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dan lebih ramah
lingkungan.

PLTU Jawa 7 Unit 1 diperkirakan beroperasi secara komersial (Commercial
Operation Date/COD) pada awal April 2020 dan Unit 2 diperkirakan COD pada
awal Oktober 2020.

PLTU Jawa 9 dan 10 (kapasitas 2×1.000 MW) merupakan IPP yang dibangun
bersebelahan dengan PLTU Suralaya 1 – 8 di Suralaya, Provinsi Banten.
Nilai invetasi proyek ini mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. Menggunakan
skema penugasan PLN kepada Anak Perusahaan, yaitu PT Indonesia Power,
sesuai Perpres No. 19 Tahun 2017.

Pengadaan proyek ini menggunakan skema bisnis BOOT. PLTU ini menggunakan
teknologi ultra supercritical yang ramah lingkungan dan memberikan
efisiensi konversi energi yang lebih tinggi daripada teknologi
konvensional PLTU sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here