Mentan : Asuransi Tani Hindarkan Petani Dari Kerugian

243
sumber gambar : murianews.com

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan asuransi tani
akan menghindarkan petani dari kerugian selama melakukan kegiatan produksi
pertanian sehingga produktivitas tetap terjaga.

Amran dalam rangkaian acara peluncuran kartu tani di Kabupaten Ciamis,
Jawa Barat, Senin, juga memberikan asuransi tani bagi petani di kawasan
lumbung padi Jawa Barat itu.

“Asuransi tani ini yang pertama dalam sejarah. Asuransi ini kami siapkan
untuk sapi, sawah agar petani terhindar dari kerugian. Kalau kena banjir
atau hama diganti,” katanya.

Menurut Amran, asuransi tani yang dikelola PT Asuransi Jasa Indonesia
(Jasindo) itu merupakan wujud program Presiden Jokowi yang ingin agar
pemerintah selalu hadir di sisi petani.

Menteri BUMN Rini Soemarno, dalam kesempatan yang sama menuturkan sejumlah
program memang tengah dikerahkan untuk merealisasikan keinginan Presiden
Jokowi untuk menyederhanakan dan memakmurkan petani.

Program mensejahterakan petani melibatkan sinergi tiga kementerian, yakni
Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian serta Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

“Jadi dari mulau menanam, pascapanen, penjualan, kami harap petani bisa
ikut berpartisipasi,” ucapnya, berharap.

Rini menjelaskan, pemerintah memberikan asuransi tani, kartu tani, serta
program mewirausahakan petani di Kabupaten Ciamis untuk 14 gabungan
kelompok tani di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Panumbangan sebagai
langkah awal.

Ada pun di Jawa Barat, program serupa akan dimulai di sembilan kabupaten
dengan pengelolaan langsung dari sejumlah BUMN.

“Jadi di Ciamis dan Indramayu itu dipegang Bank Mandiri. Perum Bulog akan
mengelola Majalengka, PT Pupuk Indonesia di Karawang, BTN di Purwakarta,
BRI di Tasikmalaya, BNI di Garut serta PT Rajawali Nusantara Indonesia di
Cianjur,” paparnya.

Rini menambahkan, program mewirausahakan petani diharapkan dapat memberi
nilai tambah ekonomi bagi para petani.

“Mereka dapat pendapatan lebih dan aktivitasnya bukan hanya dari padi,
jual beras tapi juga bekerja sama dengan BUMN yang punya aktivitas lain
seperti penjualan BBM atau elpiji,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar mengapresiasi program yang
diimplementasikan di Kabupaten Ciamis. Asuramsi tani sendiri diharapkan
menjadi pengalihan risiko produksi pertanian demi mendongkrak
produktivitas petani.

“Petani kalau gagal dapat ganti rugi, ini bagus sebagai pengalihan risiko.
Di tengah permintaan yang menigkat dan luas baku lahan sawah dan kualitas
yang menurun, memang perlu upaya terobosan,” imbuhnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri
Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Desa PDTT Eko Sandjojo menyempatkan
diri melakukan panen padi di Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan,
Kabupaten Ciamis didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar dan
Bupati Ciamis Iing Syam Arifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here