STPP Bogor Sukseskan Program Siwab Provinsi Lampung

163
sumber gambar : akreditasi.net

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat,
menerjunkan sejumlah mahasiswa untuk mendampingi peternak di Provinsi
Lampung dalam rangka mewujudkan program Sapi Indukan Wajib Bunting.

Ketua STPP Bogor, Nazaruddin, Rabu, mengatakan, ada 89 mahasiswa jurusan
peternakan yang diturunkan mendampingi peternak di Lampung.

“STPP Bogor mendapatkan mandat dari Kementerian Pertanian untuk
mendampingi program peningkatan produksi komoditas pertanian dan
peternakan yaitu peningkatan kualitas program Sapi Indukan Wajib Bunting
(Siwab),” kata Nazaruddin.

Ia menjelaskan dalam program ini STPP Bogor mendapatkan amanah untuk
mendampingi program pertanian di wilayah Jawa Barat dan peternakan di
wilayah Lampung.

“Wilayah tersebut adalah wilayah yang potensial pertanian dan
peternakannya,” katanya.

Nazaruddin menyebutkan STPP Bogor adalah perguruan tinggi milik
Kementerian Pertanian yang berada di bawah pembinaan langsung Badan
Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Kementerian Pertanian dan STPP Bogor mempunyai cita-cita untuk
menyejahterakan petani.

Ia mengatakan bukti keseriusan cita-cita tersebut adalah mahasiswa STPP
Bogor berasal dari anak petani di daerah, yang memiliki keinginan untuk
meningkatkan kualitas pertanian di daerah asalnya.

“Mahasiswa STPP Bogor berasal dari pelosok Sabang hingga Merauke sehingga
diharapkan nantinya mampu mewujudkan ketahanan pangan nusantara,” kata
Nazaruddin.

Menurut salah satu mahasiswa STPP Bogor yang mengikuti program pendamping
pertanian dan peternakan, Raja Saiful Azmi, program pendampingan tersebut
sangat membantu peternak, khususnya di wilayah yang menjadi
pendampingannya di Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah,
Provinsi Lampung.

“Peternak merasa terbantu dengan program inseminasi buatan gratis.
Inseminator pun merasa terbantu dengan hadirnya mahasiswa di lapangan,”
kata Raja.

Ia menambahkan selain banyak yang diuntungkan dengan hadirnya mahasiswa di
lapangan, mahasiswapun merasa diuntungkan dengan adanya praktek langsung
terutama membantu paramedik veteriner, inseminator dan penyuluh menangani
sapi yang mengalami gangguan reproduksi ataupun gangguan penyakit lainnya
dan inseminasi buatan.

“Dengan mengikuti pendampingan ini mahasiswa menjadi mahir atau terampil
dalam melakukan inseminasi buatan dan penanganan penyakit atau gangguan
reproduksi dan penyakit lainnya pada hewan ternak,” katanya.

Raja berharap kegiatan seperti pendampingan tersebut bisa lebih
dioptimalkan dan bahkan bisa menjadi hajat wajib STPP Bogor untuk
meningkatkan keterampilan mahasiswa sekaligus membantu petani, paramedik
veteriner, inseminator dan penyuluh.

Ketua STPP Bogor Nazaruddin menambahkan peran mahasiswa sangat penting
dalam pembangunan di negeri ini.

“Dengan sinergitas yang baik seperti ini bukanlah hal mustahil jika
Indonesia akan mencapai ketahanan pangan nasional dan bahkan menjadi
lumbung pangan dunia tahun 2045,” kata Nazaruddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here