YLKI: “E-Toll” Lebih Untungkan Pengelola Jalan Tol

274
sumber gambar : industri.co.id

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Tulus Abadi menilai penggunaan kartu elektronik untuk pembayaran
tol atau “e-Toll” lebih menguntungkan pengelola jalan tol daripada
konsumen.

“Pengelola jalan tol tidak lagi pusing untuk menyiapkan uang receh untuk
kembalian tarif tol yang dibayarkan konsumen. Sebelumnya, pengelola jalan
tol harus menyiapkan uang kembalian yang nilainya mencapai puluhan miliar
rupiah per hari,” kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu.

Tulus mengatakan meskipun sebelumnya pengelola jalan tol menganjurkan
pengguna jalan tol membayar menggunakan uang pas, tetapi pada kenyataannya
hampir semua konsumen memerlukan uang kembali saat membayar tarif tol.

Pembayaran mengunakan “e-Toll” juga lebih memberikan kepastian jumlah
pengguna jalan tol dan mengurangi kemungkinan manipulasi jumlah pengguna
jalan tol dan pendapatan pengelola jalan tol.

“Dengan penggunaan `e-Toll` jumlah pengguna jalan tol yang sesungguhnya
bisa lebih transparan,” ujarnya.

Selain menguntungkan pengelola jalan tol, Tulus menilai penggunaan
“e-Toll” dan uang elektronik secara keseluruhan juga menguntungkan Bank
Indonesia.

Menurut dia, penggunaan uang elektronik secara massal akan menyebabkan
biaya cetak uang kartal menjadi turun.

“Apalagi, biaya produksi pembuatan uang lebih besar daripada nilai nominal
yang tercantum pada uang kartal, khususnya untuk mata uang pecahan kecil,”
tuturnya.

Karena itu, klaim pemerintah dan pengelola jalan tol bahwa “e-Toll” adalah
instrumen untuk meningkatkan pelayanan seharusnya dibarengi dengan
pemberian insentif kepada pengguna jalan tol, bukan malah disinsentif
berupa biaya pengisian ulang sebagaimana diwacanakan sebelumnya.

Pada 31 Oktober 2017, semua transaksi pembayaran di gerbang tol akan
dilakukan menggunakan “e-Toll”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here