Bogor Gelar “Pink Run” Peduli Kanker Payudara

159
http://lensautama.com

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akan menggelar kegiatan
“Pink Run” untuk menyemarakkan Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional
atau “Breast Cancer Awareness” yang diikuti sekitar 500 pelari dan
sejumlah komunitas.

“Bogor Pink Run akan dilaksanakan Sabtu, 21 Oktober, dengan rute lari
mengitari pedestrian Kebun Raya Bogor,” kata Wakil Bidang II Yayasan
Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor Ratna Yunita di Bogor, Selasa.

Ratna menyebutkan menjelang kegiatan “Bogor Pink Run” berbagai persiapan
telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada seluruh SKPD maupun
masyarakat. Termasuk mendekorasi wajah Kota Bogor dengan warga merah muda
atau pink.

Dekorasi warna pink terlihat di ikon Lapangan Sempur yang sudah berubah
warna dari merah putih menjadi pink. Selain itu juga sejumlah pot bunga
dan poster-poster berwarna pink juga menghiasi pedestrian Kebun Raya
Bogor.

“Kami ingin bulan kampanye peduli kanker payudara ini semakin meluas di
masyarakat, melibatkan semua masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap
penyakit ini, karena kasus kanker payudara di masyarakat sudah sangat
mengkhawatirkan dilihat dari jumlahnya yang begitu banyak,” kata Ratna.

Bogor Pink Run akan diikuti oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto
bersama Muspida dan SKPD, serta sejumlah komunitas lari seperti Bogor
Runner, Run For Indonesia (RFI), Fake Runners.

“Selain berlari akan ada aksi bersama 3.000 peserta melibatkan pelajar,
dan mahasiswa kesehatan yang akan menggunakan kaos dan kerudung berwarna
merah muda, yang akan membentuk konfigurasi pita pink yang menjadi simbol
peduli kanker payudara,” katanya.

Terkait warna pink, ia mengatakan warna merah muda merupakan simbol dari
peduli kanker payudara. Oleh karena itu, peserta Bogor Pink Run akan
berlari menggunakan pakaian warna pink atau merah muda.

Puncak peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara juga ditandai dengan
peluncuran Paguyuban “survivor of cancer” yakni penyintas kanker yang
sudah sembuh dari kanker untuk memotivasi para penderita kanker lainnya
agar tetap kuat.

“Penderita kanker perlu pendampingan secara terus menerus dan diajak
berteman,” katanya.

Bulan Peduli Kanker Payudara tingkat Kota Bogor juga diisi dengan bakti
sosial yakni pemberian santunan kepada 78 penderita kanker payudara
masing-masing sebesar Rp1 juta. Santunan tersebut berasal dari hasil
penggalangan dana penjualan kaos pink sebanyak 3.000 helai, serta hasil
lelang lukasi batik yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu sebagai
modal awal pemberian santunan.

“Selain uang, ada juga bingkisan makanan yang diberikan Dinas Kesehatan
dan komunitas Hijaber`s mom Kota Bogor,” kata Ratna.

Peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara juga akan dilakukan pemeriksaan
Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Clinical Breast Examination (CBE)
yang dilaksanakan oleh Puskesmas Sempur. Tujuannya agar masyarakat yang
hadir bisa langsung melakukan deteksi dini kanker payudara.

Selain itu juga akan dilaksanakan pemutaran video tentang pencegahan
kanker yang berlangsung di empat titik videotorn yang ada di Kota Bogor.
Langkah tersebut sebagai upaya maksimal Pemerintah Kota Bogor untuk
mengkampanyekan kanker payudara kepada masyarakatnya.

“Deteksi dini sangat penting agar angka kesembuhan kanker payudara lebih
besar,” kata Ratna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here