Peneliti Temukan Penyebab Sebagian Orang Menderita Luka Yang Sulit Disembuhkan

168
Sumber Gambar : stroke.autoimuncare.com

Beberapa peneliti di Inggris pada Selasa (17/10) mengungkapkan mereka telah menemukan mengapa satu-dalam-10 orang menderita luka yang berpotensi fatal dan lama sembuh.

Penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti University of Manchester
telah mengidentifikasi satu bakteri, yang biasanya ada pada luka, yang
bisa mengakibatkan penyembuhan luka yang berlangsung lama.

Mereka menemukan bahwa jika satu reseptor, yang memungkinkan tubuh
mengenali bakteri Pseudomonas aeruginosa, rusak, itu mengakibatkan
hilangnya fungsi dan perubahan keseimbangan.

Menurut Dr. Sheena Cruickshank, peralihan keseimbangan tersebut memiliki
dampak sangat besar pada kemampuan penyembuhan luka. Bakteri itu, yang
secara alamiah hidup pada manusia, sebelumnya telah dikaitkan dengan
infeksi luka, dengan peradangan komplikasi utama pada luka kulit yang
gagal sembuh.

Studi tersebut dilaksanakan di Manchester, dengan dipimpina oleh
Cruickshank dan Dr. Matthew Hardman –yang sekarang mengajar di University
of Hull.

Penelitian mereka, yang disiarkan di Journal of Investigative Dermatology
dan didanai oleh Medical Research Council, memberi sinar baru mengenai
mengapa 10 persen orang itu akan mengembangkan peradangan luka yang tidak
sembuh sepenuhnya.

Dr. Cruickshank, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di
Jakarta, Rabu, mengatakan, “Ada keperluan mendesak untuk memahami populasi
bakteri pada kulit kita dan mengapa demikian banyak di antara kita akan
menderita luka yang tidak bisa sembuh.”

“Luka bisa disebabkan oleh banyak faktor dari trauma sampai luka baring,
tapi peradangan adalah komplikasi yang kadang-kala bisa mengakibatkan
penyakit yang mengancam nyawa.”

“Banyak orang berjuang untuk mengobati luka yang sulit sembuh tapi stuasi
baru ini menunjukkan bahwa jenis bakteri yang ada mungkin menjadi penyebab
kegagalan kita untuk sembuh, kondisi yang penting untuk mempertimbangkan
bagaimana kita bisa berhasil dalam penyembuhan luka,” katanya.
(Antara/Xinhua-OANA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here