Pindad Luncurkan Divisi Teknologi Cyber Security

171
sumber gambar : tribunnews.com

PT Pindad berinovasi meluncurkan Divisi Teknologi Cyber
Security dalam menghadapi ancaman perang cyber yang sudah dekat dan
semakin tidak terbendung.

“Ini adalah sebuah unit terbaru di Pindad yang didirikan dua tahun yang
lalu, untuk mengantisipasi gangguan keamanan nasional,” ujar Direktur
Bisnis Produk Hankam PT�Pindad, Widjajanto, pada peluncuran divisi
baru Pindad itu pada acara Indonesia International Cyber Security Leader
2017 di Jakarta, Selasa (17/10).

Widja mengakui pihaknya sebagai satu-satunya industri pertahanan militer
bergerak cepat mengikuti perubahan pola peperangan di dunia yang banyak
mengandalkan serangan cyber.

“Pola perang dan ancaman kini sudah berubah, bukan saja melalui serangan
amunisi, tank, dan pesawat, tapi serangan melalui cyber. Yang terkenal
kemarin adalah Wanna Cry,” katanya.

Dalam embrio Pindad Cyber Advance System itu, Pindad sudah mengikat kerja
sama dengan dua perusahaan, yakni perusahaan penyelenggara pelatihan cyber
Multimatics dan perusahaan sertifikasi teknologi asal Jerman TUV SUD.

“Pindad sendiri, saat ini sudah bekerja sama dengan beberapa partner
internasional untuk mengadakan beberapa pelatihan,” katanya.

“Concern” Pindad kepada pelatihan di tahap awal, kata dia, sengaja untuk
menciptakan para pengguna peralatan teknologi cyber yang akan dirilis
tahun depan. Pindad juga selalu mensyaratkan perusahaan atau lembaga yang
menjadi klien mereka untuk mengikuti pelatihan .

“Alat penyadapan, hacking bisa kami hadirkan, tapi kalau operator yang
mendalami knowledge-nya itu yang susah, karena itu kami mensyaratkan
kepada klien yang akan menggunakan jasa pindad harus menyiapkan `local
power`. Karena kami ingin semuanya dikendalikan 100 persen oleh orang
indonesia. Ini yang membuat kami berbeda dengan provider cyber security
lainnya yang ada di dunia,” katanya.

Produk dari Pindad Cyber Advance System itu terbagi menjadi tiga macam,
yaitu peralatan teknologinya yang akan dirilis tahun depan, pelatihan, dan
pegayaan untuk perkembangan.

Pindad sendiri sudah memiliki pusat pelatihan seluas 1.500 meter persegi
di menara AXA, Kuningan, Jakarta Selatan. Dari tempat itu, Pindad
menggelar pelatihan dan sertifikasi. Beberapa lembaga yang tercatat sudah
mencicipi fasilitas Pindad itu di antaranya adalah Divisi Cyber Crime
Bareskrim Polri, Kementerian Pertahanan, dan menyusul Badan Siber dan
Sandi Negara (BSSN) jika telah terbentuk.

“Biasanya dulu untuk pelatihan harus ngirim orang ke Belanda, ke Hawaii,
kini cukup ke Kuningan. Alhamdulillah, secara pelan orang sudah tahu
Pindad punya lembaga training IT,” katanya.

Direktur Multimatics Agus Setiawan, mengungkapkan tujuan seminar di acara
Indonesia International Cyber Security Leader 2017 adalah untuk
meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan institusi pemerintah dan perusahaan
tentang pentingnya pertahanan dan keamanan informasi.

“Kita ingin mereka bisa menggunakan teknologi, sekaligus kuat juga dengan
pengamanannya. Saya yakin ini tidak stop di sini saja. Ini kita buat
sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya keamanan informasi,” katanya.

Menurut dia, rendahnya kesadaran institusi dan perusahaan tergambar dari
perilaku rajin beli software, dan beli alat, tapi abai melatih sumber daya
manusia. Data itu tergambar dari masih rendahnya jumlah profesional di
Indonesia yang tersertifikasi.

“Indonesia ini dari segi angka belum menggembirakan, dengan jumlah
penduduk 250 juta, yang tersertifikasi Certified Information Systems
Security Professional (CISSP) baru ratusan, sementara Singpaura yang
penduduknya tak seberapa sudah ribuan yang tersertifikasi,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here