Presiden Bantah Perpu Ormas Reprsesif

284
sumber gambar : viva.co.id

Presiden Joko Widodo membantah Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang Undang (Perppu) Ormas bersifat represif karena justru
dalam penyusunannya dibuat secara demokratis.

“Kesimpulan yang ada saat ini memang dibutuhkan sebuah perppu karena tanpa
perppu nanti akan penanganan ini, bukan masalah ormas, penanganan hal-hal
yang berkaitan dengan eksistensi negara bertele-tele,” kata Presiden Joko
Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah
Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam.

Presiden menegaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan dari salah satu
anggota Ormas Islam Persis terkait Perppu Ormas oleh sebagian pihak
dianggap represif.

Menurut Presiden Jokowi, kajian soal Perppu Ormas sudah lama dilakukan,
salah satunya di Kementerian Koordinator Polhukam.

“Kajian sudah lama. Ada kajian di Menkopolhukam. Ada pengumpulan
data-data. Semuanya baik data berupa video, buku-buku, tertulis. Dari sana
dilihat semuanya dari semua sudut keamanan, kebangsaan, ketatanegaraan,”
katanya lagi.

Presiden juga menegaskan bahwa pembuatan atau penyusunan perppu tersebut
juga dilakukan secara demokratis.

“Kan ada DPR setuju atau tidak setuju kan bisa saja ditolak, kan bisa juga
diajukan ke MK,” katanya pula.

Sedangkan terkait adanya pihak yang menganggap perppu tersebut represif,
Presiden menbantah hal itu.

“Represif itu kalau saya mau ini, kamu harus ini. Kan tidak seperti itu.
Semuanya bisa ditempuh. Kan bisa saja dibatalkan di DPR. Mekanisme
politis. Mekanisme hukum itu bisa dibatalkan oleh MK itu kan bisa kalau
tidak sesuai dengan UU. Saya kira itu memberikan pendidikan kepada kita
mana yang benar atau tidak benar,” katanya lagi.

Presiden juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengajukan judicial
review Perppu Ormas ke MK.

Presiden Jokowi juga menegaskan berkali-kali bahwa perppu tersebut sudah
melalui proses perjalanan yang panjang untuk menampung saran dan masukan
dari berbagai pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here