Lembaga Keuangan Mikro Bantu Masyarakat Miliki Jamban

103
http://sampit.prokal.co

Sejumlah warga di Desa Leuwibatu dan Desa Sisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat bantuan biaya pembuatan jamban secara kredit dari lembaga keuangan mikro.

Ella (36) warga Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, saat ditemui, Senin, mengaku baru satu tahun ini merasakan nyamannya memiliki jamban di rumah setelah mengajukan kredit di Koperasi Karya Usaha Mandiri (KUM) Syariah.

“Duh rasanya bahagia punya jamban sendiri, selama ini untuk ke jamban harus jalan jauh ke belakang rumah di pinggir kali, kadang suka ketemu ular, bahkan babi hutan,” kata Ella.

Ella tertartik untuk mengajukan kredit jamban karena selama ini merawakan kesulitan tidak punya jamban. Kadang ia harus menahan diri untuk kejamban kalau malam datang.

Penderitaan selama 35 tahun terbayarkan satelah pihak Koperasi KUM Syariah menawarkannya pinjaman untuk membangun kredit setahun lalu. Kredit jamban tersebut sebesar Rp5 jutaan, dibayar setiap minggu sebesar Rp120 ribu.

“Alhamdulillah sisa pinjamannya saya tinggal lima minggu lagi,” katanya.

Ella sudah empat tahun menjadi anggota Koperasi KUM Syariah, awalnya ia meminjam uang untuk keperluan usaha bersama suami senilai Rp1 juta, karena dinilai sebagai nasabah yang baik ia pun dapat mengajukan pinjaman lagi dengan nominal lebih besar.

Manfaat kehadiran lembaga keuangan mikro untuk sarana air bersih dan sanitasi juga dirasakan oleh masyarakat di Kampung Gunung Peutey, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Yuliana (37) ibu tiga anak ini tertarik untuk kredit jamban untuk mewujudkan keinginan anak-anaknya yang ingin memiliki jamban sendiri di rumahnya.

“Selama ini kalau mau ke jamban numpang di rumah kakak ipar, atau turun ke kali yang ada di bawah,” kata Yuliana.

Yuliana yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual gorengan ini baru mengajukan kredit jamban. Saat ini jamban di rumahnya dalam proses pembangunan. Rencana akan selesai dalam tu pekan ini.

Ia membaku terbantu dengan adanya kredit jamban yang disalurkan Koperasi KUM Syariah. Karena selama ini ia terkendala dana untuk membangun jamban yang diinginkan anak-anaknya.

“Alhamdulillah jadi terbantu, karena selama ini belum bisa wujudkan keinginan anak karena biaya mahal, bapaknya tidak punya uang. Sejak ditawarin kredit jamban, jadi senang, bisa punya jamban,” kata Yuliana.

Direktur Koperasi KUM Syariah Murtadho menyebutkan kredit jaban sudah dimulai sejak 2016, tercatat ada 1.195 penerima manfaat yang tersebar di 17 cabang yang ada di tiga wilayah di Jawa Barat yakni Bogor, Sukabumi dan Cirebon.

“Selama 28 tahun Koperasi KUM Syariah menyalurkan program ekonomi produktif, baru tahun ini kami menyediakan kredit jamban,” katanya.

Menurut kredit jamban termasuk dalam program ekonomi produktif, karena dengan memiliki jamban sendiri masyarakat lebih produktif, tidak lagi harus berjalan kaki jauh untuk mandi, cuci kakus.

“Jamban juga terkait dengan masalah kesehatan, jika masyarakat sehat, mereka akan lebih produktif dalam berusaha,” kata Murtadho.

Uniknya lagi Koperasi KUM syariah mampu menjangkau masyarakat yang ada di pelosok wilayah, seperti dua desa yang didatangi berada jauh dari pusat pemerintah seperti kelurahan maupun kecamatan. Akses menuju Kampung Kantalayang II, Desa Leuwibatu harus melalui jembatan gantung, begitu juga Desa Leuwisadeng. Rata-rata perkampungan tersebut berada di wilayah ketinggian, sehingga sulit mendapatkan akses air bersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here