Bogor Gagas Orang Tua Asuh Bagi Anjal

147
Sumber Gambar : beritagar.id

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto gagas program orang tua
asuh bagi anak jalanan atau anjal sebagai salah satu upaya menuntaskan
persoalan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) khusus anak-anak
yang mengemis, atau mengamen di jalanan.

Bima Arya Sugiarto saat dihubungi Antara, di Bogor, Rabu menegaskan
dirinya ingin fokus menuntaskan persoalan PMKS khususnya anak jalanan.

“Karena ini bagian dari tanggungjawab pemerintah,” kata Bima.

Gagasan orang tua asuh bagi anjal telah disampaikan oleh Bima dalam rapat
staf di Balai Kota, Selasa kemarin.

Menurut dia, untuk orang tua asuh nantinya berasal dari kepala organisasi
perangkat daerah (OPD) Kota Bogor.

“Saya akan ambil dua sampai lima anak, ini bukan soal anak jalanan, tetapi
juga perhatian,” katanya.

Menurut dia, semua anak jalanan akan diperhatikan, dan menjadi anak asuh
dari para pejabat eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

“Nanti akan diatur sistemnya dan diundang perwakilan anak jalanannya,”
kata Bima.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin Syamsudi menanggapi gagasan tersebut
dengan menyiapkan data semua anjal yang ada di Kota Bogor berdasarkan
hasil penjaringan yang pernah dilakukan.

Menurut dia, ada 195 anak jalanan yang terdata di Dinas Sosial. Ditambah
dengan data terbaru hasil operasi beberapa minggu lalu sebanyak 128 anjal.

“Kedua data ini akan disikronkan dan dilihat mana yang bisa menjadi anak
asuh,” katanya.

Ia mengatakan akan ada seleksi anjal yang akan menjadi anak asuh,
diprioritaskan mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, tidak
memiliki keluarga, dan masih berusia sekolah.

Selanjutnya akan diseleksi kembali mana yang akan masuk ke pendidikan
formal atau informal yang lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya. Akan
ada perjanjian komitmen bagi anak asuh yang mendapat orang tua asuh agar
tidak kembali lagi ke jalanan dengan alasan mencari nafkah.

“Ini terkait keamanan dan ketertiban, karena setiap anak usia sekolah
harus bersekolah,” katanya.

Azrin menambahkan untuk mewujudkan program tersebut Dinas Sosial akan
bersinergi dengan OPD terkait seperti dinas pendidikan, dinas kesehatan
atau dinas koperasi dan UMKM untuk memberikan pelatihan kepada anak
jalanan yang memasuki usia produktif. Pelatihan seperti salon, bengkel dan
usaha lainnya.

“Dinsos akan fokus pada proses rehabilitasi, pembinaan dan pemberdayaan
anjal,” kata Azrin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here