Pemkot Bogor Siapkan Perwali Pendidikan Inklusif

108

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menyiapkan peraturan wali
kota atau (perwali) tentang pendidikan inklusif untuk mengakomodir
pengembangan guru pengajar khusus.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, di Bogor, Rabu,
menyebutkan perwali tersebut untuk mengantisipasi regulasi tingkat pusat
yang mengatur pendidikan inklusif, salah satunya dengan pengembangan guru
pengajar khusus (GPK).

“Setiap guru memiliki kemampuan, namun untuk membimbing secara khusus
diperlukan pelatihan dan pembelajaran khusus, tidak bisa disamakan dengan
siswa lainnya” kata Ade lagi.

Menurut Ade, penyusunan perwali pendidikan inklusif tidak hanya sekadar
perwali tetapi regulasi yang benar-benar memberikan acuan khusus serta
mengatur secara detail.

Ia mencontohkan adanya tunjangan khusus, pelatihan bagi GPK, dicantumkan
dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) atau dianggarkan
pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta adanya
perhatian khusus dan bantuan peralatan dari pemerintah kota.

“Tanpa adanya regulasi, saat ini inklusif sudah jalan, jadi harus ada
perubahan lain jika nanti regulasi ini berlaku,” kata Ade yang juga
Penasihat Kelompok Kerja (Pokja) penyusunan perwali pendidikan inklusif.

Ade menyebutkan terdapat 49 sekolah yang sudah menyelenggarakan pendidikan
inklusif mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, dan sekolah
menengah atas.

Diharapkan ke depan adanya pengembangan untuk pendidikan inklusif mulai
dari sumber daya manusia, sarana prasaran, jumlah sekolah dan
kurikulumnya, dan adanya dukungan dari masyarakat.

“Keutamaan regulasi ini mampu mendorong pengembangan sekolah inklusif di
Kota Bogor. Regulasi ini bisa menjadi rujukan, sehingga ke depannya dapat
berjalan dengan baik,” kata Ade.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here