Kemenag Ajak Generasi Muda Buddha Perangi Hoaks

90

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi
mengajak Generasi Muda Buddha Indonesia (Gemabudhi) untuk turut dalam
upaya memerangi hoaks yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan
bangsa.

“Gemabudhi harus bisa menjadi pelopor dalam bersosial media yang baik
serta tidak ikut menyebarkan konten hoaks yang bisa berakibat perpecahan
intern dan ekstern sesama anak bangsa,” kata Supriyadi dalam keterangan
tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Gemabudhi di Bangka Belitung, dia
berharap para pemuda Buddha bisa mengamalkan ajaran agamanya. Ajaran
Buddha memberi teladan baik bahwa berkata yang dapat merugikan mahluk lain
adalah salah satu bentuk karma buruk.

Menurut dia, jalan mulai beruas delapan salah satunya adalah ucapan benar.
Di era milenial, ucapan bisa melalui dunia nyata maupun dunia maya.

Dalam rangkaian Rakernas, digelar juga Seminar Nasional dengan judul
“Memindai Penetrasi `Hoax` dengan Perisai Pancasila”.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Rudiantara) juga hadir dalam Rakernas
tersebut saat menjadi pembicara kunci seminar.

Seminar diikuti oleh para tokoh Agama Buddha, tokoh lintas Agama serta
sekitar seribu kader generasi muda Buddhis Indonesia dari 13 Provinsi dan
organisasi kempemudaan lintas Agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here