KEMNAKER Bentuk Tim Evaluasi K3 Industri Berbahaya

122
Sumber gambar : sinarharapan.net

Kementerian Ketenagakerjaan akan membentuk Tim Evaluasi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan yang menggunakan bahan
berbahaya untuk mencegah terulangnya kasus kebakaran seperti di pabrik
kembang api di Tangerang, Banten.

“Tugas tim ini adalah memastikan pemenuhan standar K3 di industri yang
menggunakan bahan berbahaya,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri
dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten,
mengalami kebakaran pada Jumat (27/10) dan menewaskan 48 orang serta 46
orang luka.

Menaker melakukan pemeriksaan ke lokasi pabrik pada Minggu (29/10)
didampingi Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Bupati
Tangerang Ahmed Zaki Iskandar serta Kapolres Tangerang Komisaris Besar
Harry Kurniawan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Hanif menyatakan ada dugaan kuat
pelanggaran K3 di pabrik tersebut.

“Tidak terpenuhinya standar K3 di pabrik itu seperti tidak adanya jalur
evakuasi, tidak memadainya sarana dan prasarana K3 di pabrik dan lain
sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, juga ada pelanggaran lain seperti adanya pekerja anak, tidak
mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,
masalah kontrak kerja, pengupahan dan sebagainya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 27 dari total 103 pekerja yang
didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menaker menegaskan bahwa pengawas ketenagakerjaan akan melakukan
penyelidikan secara tegas dan profesional terkait pelanggaran perusahaan
terhadap norma-norma K3 dan norma ketenagakerjaan lainnya.

“Tak ada kata main-main untuk pelanggaran ketenagakerjaan. Apalagi
menyangkut nyawa dan nasib pekerja,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here