Kenapa Susunan Keyboard ‘QWERTY’ ?

258
Keayboard 'QWERTY' (google image)
Sejak diciptakannya keyboard komputer mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa susunan dari keyboard komputer tidak disusun sesuai abjad, dan bagaimana bisa saat ini keyboard menggunakan susunan yang di standarkan oleh internasional. Keyboard komputer bisa diketik dengan menggunakan sepuluh jari dan susunan jari jemaripun sudah ditentukan.
Misal, jari telunjuk kanan dan kiri harus menekan tombol mana saja dan sudah ditentukan untuk mempermudah jari lain, hal itu seperti susunan yang memang diciptakan untuk mempermudah dalah hal ketik mengetik.
Pada tahun 1867 merupakan proses menciptakan mesin ketik dan mengembangkannya mesin ketik hingga tercipta keyboard QWERTY pada tahun 1873.
Mengapa susunan keyboard QWERTY ? Kenapa tidak sesuai abjad ?
Karena pada saat sholes menciptakan mesin Ketik, susunan hurufnya dibuat urut berdasarkan huruf latin, sehingga memungkinkan kita mengetik lebih cepat, namun susunan demikian sering menimbulkan masalah. Sering kali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan batang-batang itu saling mengait (jamming). Atas saran James Densmore rekan bisnisnya, Sholes harus mencari kombinasi huruf lain agar masalah ini dapat terselesaikan.
Karena bingung memikirkan solusinya, Sholes justru mengacak-acak urutan itu sedemikian rupa, sehingga terciptalah kombinasi yang dianggap paling sulit untuk mengetik, dengan tujuan agar tidak terjadi kegagalan mekanik, dan terciptalah suatu urutan ‘QWERTY’ ini pada mesin ketik. Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).
Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.
Secara penelitian saat itu, susunan ‘DVORAK’ memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya ‘DVORAK’ harus tunduk karena dominasi ‘QWERTY’ yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK. Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard ‘DVORAK’ sebagai versi ‘alternatif’ di sekitar Tahun 1970.
Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan ‘QWERTY’ adalah ‘QWERTZ’ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. ‘AZERTY’ oleh negara Prancis dan Belgia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here