Fenomena Super Blue Blood Moon akan Terjadi Malam ini, Fenomena Apa Itu?

437
Super Blue Blood Moon (Google Images)

Fenomena alam gerhana bulan total yang bersamaan dengan terjadinya Super Blue Blood Moon akan terjadi nanti malam, 31 Januari 2018. Peristiwa Super Blue Blood Moon dan gerhana bulan total ini sangatlah langka terjadi. Akan terjadi lagi setelah 150 tahun lebih yang lalu.

Fenomena ini terjadi pertama kalinya pada 31 Maret 1866, kita akan menyaksikan bulan purnama kedua di bulan yang sama dann bulan purnama ini terjadi bersamaan dengan posisi bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi.

Fenomena ini dikenal dengan blood moon, blue moon, dan supermoon yang terjadi secara bersamaan. Fenomena langka ini akan terjadi di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Gerhana bulan total mungkin sebagian besar masyarakat sudah mengetahuinya, namun apa sih yang dimaksud dengan Blue Moon, Super Moon, dan Blood Moon itu?

Super Blue Blood moon mengacu pada sebuah peristiwa perpaduan/kombinasi antara fenomena Blue Moon, Supermoon, dan Blood Moon. Fenomena Blue Moon muncul ketika bulan purnama terjadi kedua kalinya dalam bulan yang sama (Kali ini pada bulan Januari). Akan tetapi warnanya tidak akan berubah biru.

Fenomena ini disebut blue moon hanya karena bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan yang sama. Blue moon tidak berarti warna atau tampilan bulannya berubah (biru). Seperti diketahui, sebelum pada 31 Januari ini, bulan purnama supermoon juga terjadi pada 1 Januari 2018, bertepatan dengan malam tahun baru.

Sementara itu Supermoon adalah bulan purnama yang terjadi ketika bulan berada di titik terdekat dengan bumi. Posisi terdekat ini dikenal dengan istilah perigee.

Menurut NASA, Supermoon menjadikan bulan 14 persen lebih besar dan hampir 30 persen lebih terang. Supermoon yang terjadi pada 31 Januari adalah yang terakhir terjadi setelah sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2017 dan 1 Januari 2018.

Dan Blood Moon adalah episode visual lainnya, yang secara khusus terjadi saat gerhana bulan total. Selama gerhana bulan, bulan memantulkan cahaya yang keluar dari bumi. Bumi, bulan, dan matahari berada di satu garis lurus dan bumi menutupi cahaya matahari sehingga bulan akan tercermin dan menghasilkan bayangan.

Namun bulan tidak sepenuhnya tertutupi bayangan bumi dan satu-satunya cahaya yang cenderung bisa dilihat adalah berwarna merah. Karena atmosfer bumi memungkinkan panjang gelombang merah untuk melewatinya. Sementara semua cahaya biru menyebar ke semua arah.

Selama gerhana bulan, bumi berada di posisi antara matahari dan bulan. Jika terjadi gerhana bulan parsial, hanya sebagian bulan yang berada di bawah bayangan bumi. Namun saat terjadi gerhana bulan total, seluruh bulan tertutup bayangan bumi.

Di Indonesia, menurut Lapan, peristiwa gerhana bulan akan dimulai terjadi pada pukul 18.48 WIB dengan fenomena awal gerhana parsial. Pada pukul 19.52 WIB terjadi awal gerhana total. Puncak gerhana terjadi pada 20.30 WIB. Akhir totalitas gerhana pada 21.08 WIB. Dan gerhana parsial berakhir pada 22.11 WIB.

Gimana sudah paham apa itu Super Blue Blood Moon?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here