2018, Penjahat Siber Bakal Manfaatkan AI

146

Pengembangan Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan rasa-rasanya semakin canggih saja. Namun, patut diwaspadai juga bahwa ada bahaya yang mengancam di balik perkembangan AI yang canggih itu.

 
AI ini dalam beberapa tahun ke belakang tengah menjadi trending di dunia teknologi. Semua perusahaan teknologi berlomba-lomba menciptakan dan menerapkan kecerdasan buatan.

 
Namun, semakin canggih perkembangan teknologi, pasti juga diikuti oleh tindak kejahatan yang canggih pula. Peneliti keamanan di Avast memperkirakan bahwa sejumlah serangan siber akan terjadi di tahun ini. Hanya saja, para penjahat siber sudah menggunakan AI dalam aksinya.

 
Tak Cuma itu, Avast juga memperkirakan peningkatan serangan massal, serangan ransomeware, serangan terhadap perangkat Internet of Things (IoT) malware cryptomining dan serangan terhadap layanan yang dibangun dengan Blockchain.

 
Dalam laporan Avast juga mengindikasikan potensi serangan rantai pasokan tingkat tinggi akan muncul, serta peningkatan serangan dari fileless malware, pelanggaran data dan serangan pada perangkat mobile, misalnya Trojan perbankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here