Sarapan Makanan Manis, Bagaimana Respons Tubuh?

125

Di saat banyak orang¬-orang membicarakan keburukan makanan manis, sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Dr. Daniela Jakubowicz dari Universitas Tel Aviv, Israel, berkata lain.
Penelitian yang melibatkan pasien obesitas ini mendapati bahwa subjek penelitian yang mengonsumsi sarapan ‘berat’ yang terdiri dari protein, karbohidrat, ditambah dengan makanan manis ternyata lebih sukses dalam mempertahankan diet ketimbang mereka yang sarapan lebih ringan tanpa makanan manis.
Dr. Jakubowicz berpendapat, sarapan yang lebih ‘berat’ dapat menekan napsu makan dan rasa lapar yang lebih lama. Di samping itu, konsumsi makanan manis dalam jumlah moderat juga dapat melenyapkan keinginan seseorang untuk makan makanan manis secara berlebihan.
Meski hasil penelitian tersebut terbukti positif dalam membantu diet, tetapi nyatanya tak semua ahli setuju. Satu hal yang disepakati oleh para ahli adalah bahwa lebih baik makan sesuatu untuk sarapan daripada tidak sarapan sama sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here