Apa Bedanya Depresi dan Stres? Kenali Gejalanya

519

Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Stres adalah hal yang normal dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Ketika Anda sedang dilanda stres, misalnya karena tumpukan pekerjaan atau karena Anda sedang merencanakan pernikahan, Anda akan semakin terpicu untuk fokus pada masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, Anda perlu berhati-hati karena kalau sudah terlewat stres, Anda bisa jadi menderita depresi. Bahkan pada beberapa kasus, depresi bisa muncul tanpa didahului oleh stres.
Stres dan depresi sering kali digunakan oleh awam sebagai istilah yang dapat dipertukarkan. Padahal, kedua hal ini memiliki perbedaan mendasar. Cara kerja stres dan depresi tidaklah sama, maka penanggulangannya pun akan berbeda pula. Jika tidak ditangani dengan benar, depresi bisa membahayakan kesehatan jiwa, jasmani, hingga nyawa. Jadi, penting bagi Anda untuk mengenali perbedaan stres dan depresi agar bisa merawat diri dengan tepat sebelum terlambat.

 

 
Apa bedanya stres dan depresi?

 
Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa mendorong Anda untuk semakin bersemangat menghadapi tantangan, tapi juga bisa mematahkan semangat Anda. Ini karena setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres.
Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Akibatnya, Anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan. Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres.
Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah. Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.

 

 
Gejala stres

Stres bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak usia sekolah. Perhatikan gejala-gejala depresi berikut ini untuk mencari tahu apakah Anda mengalami stres atau depresi.
• Sulit tidur
• Gangguan daya ingat
• Gangguan berkonsentrasi
• Perubahan pola makan
• Mudah marah dan tersinggung
• Sering gugup atau gelisah
• Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau kantor
• Merasa takut tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik

 

 
Gejala depresi
Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Berikut adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.
• Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
• Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
• Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
• Sulit mengambil keputusan
• Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
• Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
• Sulit berkonsentrasi
• Sulit mengingat-ingat
• Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
• Berpikiran negatif secara terus-menerus
• Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
• Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
• Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
• Adanya pikiran untuk bunuh diri

 

 
Cara menangani depresi
Jika ternyata Anda mengalami depresi, Anda harus segera mengambil tindakan. Depresi merupakan penyakit yang bisa disembuhkan kalau penanganannya tepat. Namun, depresi tidak bisa disembuhkan oleh Anda seorang diri. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Cobalah untuk menjalani sesi konseling bersama psikolog atau psikiater. Anda juga mungkin akan dirujuk untuk menjalani berbagai terapi seperti Terapi Kognitif Perilaku (CBT) dan psikoterapi.
Untuk membantu Anda mengatasi kegelisahan atau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut, pengobatan dengan antidepresan dan obat penenang bisa menjadi solusinya. Obat tidur juga mungkin ditawarkan bagi Anda yang mengalami insomnia atau sulit tidur. Ingatlah bahwa terserang depresi bukan kesalahan Anda, tapi Anda bisa melawannya. Ceritakan situasi Anda dengan jujur pada orang-orang terdekat Anda agar mereka bisa mendukung dan membantu Anda sembuh lebih cepat.

 

 
Apa bahayanya jika depresi tidak ditangani?
Jangan menyepelekan atau membiarkan depresi begitu saja karena dampaknya sangat berbahaya. Berbagai studi telah menemukan hubungan yang sangat erat antara depresi dengan penyakit hati dan gagal jantung. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita depresi memiliki kemungkinan 58% lebih banyak terserang obesitas akibat perubahan pola makan yang drastis dan kurang berolahraga. Jika tidak ditangani secara serius, depresi di usia muda bisa menurunkan kemampuan otak serta meningkatkan risikoAlzheimer dan stroke.
Dalam beberapa kasus, mereka yang sudah terserang depresi berat cenderung mencoba untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Maka, sudah saatnya Anda menanggapi stres dan depresi dengan serius. Kenali perbedaannya dan segera tangani stres dan depresi sebelum terlambat.
Makanan yang wajib dikonsumsi untuk mengatasi depresi
Karena apa yang Anda makan mempengaruhi suasana hati anda, Anda harus membidik pilihan makanan harian Anda pada jenis makanan yang berfungsi meningkatkan kesehatan usus Anda. Alasannya, mikroorganisme yang hidup di perut Anda menghasilkan begitu banyak senyawa kimia saraf. Senyawa kimia saraf buatan bakteri baik ini berperan dalam membangun suasana hati dan fungsi-fungsi saraf lainnya. Jadi, menyeimbangkan bakteri usus melalui konsumsi probiotik seperti Lactobaccilli and Bifidobacteria membantu meningkatkan suasana hati.
Demi “makan untuk sehat”, konsumsilah makanan epigenetik yang mempromosikan kesehatan tubuh secara umum, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan mood Anda. Misalnya, serotonin adalah hormon kebahagiaan yang dapat membantu Anda lebih bersemangat dan tidur lebih baik. Makan makanan seperti kacang arab, kaya akan tryptophan, yang merupakan pelopor serotonin.Seimbangkan mood Anda dan mencegah depresi dengan juga makan makanan berikut.

 

 

1. Sayuran berdaun hijau gelap

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry, depresi berat telah dikaitkan dengan peradangan otak. Sayuran hijau sangat penting karena mengandung jumlah besar sekali vitamin A, C, E dan K, serta mineral dan phytochemical.

Selain itu, radikal bebas yang diproduksi dalam tubuh kita berkontribusi pada kerusakan sel, penuaan, dan disfungsi organ. Studi menunjukkan bahwa otak sangat berisiko untuk kerusakan radikal bebas. Antioksidan seperti beta karoten dan vitamin C dan E berfungsi memerangi efek radikal bebas. Antioksidan telah terbukti untuk mengikat radikal bebas dan mengambil alih dampak negatifnya.
Meskipun tidak ada cara untuk menghentikan radikal bebas sepenuhnya, kita bisa mengurangi efek merusak mereka pada tubuh dengan makan makanan yang kaya antioksidan sebagai bagian dari diet yang sehat, misalnya dengan menambahkan brokoli, bayam, asparagus, atau kale ke dalam menu makan sehari-hari Anda.

 

 
2. Kacang kenari

Kacang kenari tidak hanya enak untuk dijadikan kudapan sehat, namun juga terbukti dapat memelihara ketajaman kognitif berkat kandungan alpha-linolenic acidnya. Alpha-linolenic acid adalah asam lemak omega-3 esensial yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak serta mengelola gejala depresi.

Selain kaya akan omega-3, kacang kenari juga mengandung tinggi selenium. Beberapa studi telah menunjukkan keterkaitan antara defisiensi selenium dengan depresi. Beberapa studi tambahan lainnya juga menunjukkan bahwa asupan selenium yang mencukup dapat menurunkan gejala mood depresif.
Sejumlah polifenol yang terkandung dalam kacang kenari juga terbukti mencegah kehilangan memori. Dilansir dari Prevention, walnut bahkan dapat memperbaiki beberapa tanda penuaan otak.

 

 
3. Alpukat
Alpukat mengandung lemak sehat yang diperlukan otak Anda agar dapat berfungsi sempurna. Tiga perempat dari total kalori alpukat berasal dari lemak yang sebagian besarnya adalah lemak jenuh tunggal dalam bentuk asam oleat.
Diperkaya oleh glutathione, suatu zat yang secara khusus memblokir penyerapan lemak tertentu dalam usus yang menyebabkan kerusakan oksidatif, alpukat juga mengandung lutein, beta karoten, vitamin K, vitamin B(B9, B6,B5), vitamin C dan E12.dan folat yang lebih banyak dibanding buah lainnya.
Alpukat pada umumnya juga kaya akan protein (4 gram), lebih tinggi dari buah-buahan lainnya. Sumber makanan berprotein tinggi kaya akan asam amino tryptophan, yang dapat membantu meningkatkan produksi serotonin sebagai hormon pengatur suasana hati. Cobalah untuk memasukkan sumber protein baik, seperti alpukat, dalam menu makan Anda beberapa kali sehari, terutama ketika Anda perlu menjernihkan pikiran dan meningkatkan energi Anda. Tapi, jangan lupa untuk perhitungkan porsinya.

 

 
4. Beri

 

Beri — stroberi, raspberry, beri hitam, blueberry — adalah salah satu keluarga buah-buahan yang mengandung antioksidan tertinggi, tapi blueberry menduduki peringkat pertama dalam keluarga ini. Blueberry diperkaya oleh antioksidan anthocyanin yang telah dikaitkan dengan ketajaman kognitif. Selain itu, blueberry, juga beri-berian lainnya, kaya akan vitamin C yang dipercaya efektif memerangi stres dan menurunkan tekanan darah.
Dalam sebuah studi terbitan Journal of Nutritional and Environmental Medicine, pasien yang telah diberikan perawatan antioksidan selama dua tahun memiliki skor depresi yang jauh lebih rendah daripada mereka yang dirawat dengan placebo.

 

 
5. Bawang putih dan bombay
Bawang putih diperkaya dengan sejumlah antioksidan kuat. Bahan kimia ini menetralisir radikal bebas dan dapat mengurangi — bahkan membantu mencegah — beberapa kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah allicin, yang telah dikaitkan oleh pencegahan penyakit jantung, bahkan flu biasa. Karena stres dan mood depresif melemahkan kekebalan tubuh, bawang putih perlu dimasukkan ke dalam menu makanan harian Anda demi menguatkan kembali sistem imun Anda.
Bawang putih dan semua keluarga bawang lainnya (bawang bombay, bawang merah, daun bawang, kucai/lokio, bawang perai) juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Sayuran ini juga mengandung flavonoid anti-peradangan yang berkontribusi terhadap sifat anti-kanker mereka.

 

 
6. Tomat

 

Tomat mengandung banyak asam folat dan asam alpha – lipoic. Keduanya baik untuk mengatasi depresi. Menurut penelitian terbitan Journal of Psychiatry dan Neuroscience, banyak studi menunjukkan peningkatan kejadian defisiensi folat pada pasien pengidap depresi. Dalam sebagian besar studi, sekitar sepertiga dari pasien depresi kekurangan folat.
Asam folat dapat mencegah kelebihan homosistein — yang membatasi produksi neurotransmitter penting seperti serotonin, dopamine, dan norepinephrine — dari pembentukan di dalam tubuh. Asam alpha – lipoic membantu tubuh mengubah glukosa menjadi energi, dan karena itu ampuh menstabilkan suasana hati.

 

 
7. Apel
Seperti beri, apel tinggi akan kandungan antioksidan yang dapat membantu mencegah dan memperbaiki kerusakan oksidatif serta peradangan pada tingkat sel. Apel juga diperkaya oleh serat larut yang menyeimbangkan naik-turunnya kadar gula darah.

 

 
8. Teh
Meski tinggi kafein, teh hijau juga diperkaya oleh asam amino theanin yang dapat melindungi Anda dari beberapa tipe kanker dan meningkatkan performa mental. Minum dua kali sehari.
Jika teh hijau bukanlah favorit Anda, coba untuk menyeduh teh chamomile hangat menjelang tidur. Selain efek menenangkannya, chamomile terbukti menurunkan risiko gejala kecemasan secara signifikan. Teh chamomile hangat juga membantu tidur lebih nyenyak.

 

 
9. Cokelat
Cokelat memiliki beragam antioksidan sehat, dan telah terbukti memiliki kaitan yang tidak terbantahkan dengan perubahan suasana hati — terutama untuk mengatasi depresi.
Dark chocolate, khususnya, diketahui menurunkan tekanan darah, menambahkan sensasi tenang dalam diri Anda. Dark chocolate diperkaya oleh polifenol dan flavonol — dua jenis antioksidan penting — yang lebih banyak dibandingkan dengan beberapa jus buah.

 

 
10. Jamur

 
Ada dua alasan mengapa jamur bagus untuk kesehatan mental Anda. Pertama, senyawa kimiawinya yang melawan insulin, berfungsi membantu menurunkan kadar gula darah dan menyeimbangkan suasana hati Anda.
Kedua, jamur diperkaya oleh probiotik yang mendukung ekosistem bakteri baik dalam usus. Karena sel-sel saraf dalam usus memproduksi 80-90 persen dari serotonin tubuh, adalah langkah yang bijak untuk selalu memperhatikan kesehatan pencernaan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here