Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Meninggalkan Data

149
Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Meninggalkan Data

Berpikir kritis dan bersifat empati adalah suatu hal yang wajib kita terapkan di dunia maya.  Dengan begitu kita dapat dengan mudah membedakan antara yang benar atau tidak, relavan kah atau tidak, fakta atau opini. Sedangkan sifat empati dibutuhkan untuk memahami keadaan orang lain tanpa harus mengalami.

Think before you post, Apa postingan ini menarik sehingga orang lain perlu mengetahuinya? Bagaimana dengan isi kontenya, apakah akan mengganggu orang lain? Kemudian pikirkan apa informasi tersebut benar dan valid, dan apakah berasal dari sumber yang terpercaya.

Seperti halnya jika membahas mengenai nasib akun media sosial yang ditinggalkan oleh pemilik akun karena hal kematian yang sebenernya sangat mengerikan. Namun tahukah anda, bagaimana nasib media sosial kita dan apa saja postingan terakhir yang sering kita bagikan sebagai konsumsi publik setiap hari?

Bagaimana jika puluhan tahun kedepan tentu akan banyak sekali profil atau data di media sosial yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, karena keterbatasan usia. Ditinggalkan bukan bearti data atau akun tersebut otomatis tidak aktif.

Memang tidak mudah mengijinkan kerabat untuk masuk kesebuah akun kita, namun untuk mencegah terjadinya pencurian identitas data onlie, kita mesti melakukan penghapusan akun yang akan memberikan ketenangan untuk diri sendiri bahkan keluarga terdekat.

Jadi perlu diperhatikan kembali ya apa saja yang bisa kita posting ke media sosial, bedakan mana yang layak menjadi konsumsi publik mana yang menjadi ranah privasi. Karena harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan data.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here