BRI-IPB Dirikan Pusat Pengembangan Holtikultura di Cianjur

holtikulturaJakarta, 19/9 – PT Bank Rakyat Indonesia bersama Institut Pertanian Bogor mendirikan Pusat Pengembangan Holtikultura – Agribisnis Development Centre (ADC) di Cianjur, Jabar, dalam upaya menggarap potensi agribisnis di
Indonesia dan memberdayakan petani.

“BRI melalui Program BRI Peduli, bersinergi IPB membangun Pusat Pengembangan Sentra Holtikultura – Agribisnis Development Centre (ADC) di Desa Pasir Sarongge, Cianjur ini,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad
Ali dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Muhamad Ali menyebutkan bantuan yang diberikan BRI Peduli untuk pembangunan ADC ini mencapai hampir Rp3 miliar. “Kami berharap ADC berperan besar dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi hortikultura
untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia mengatakan ADC merupakan konsep pusat agribisnis terpadu yang mengintegrasikan kegiatan produksi dan pemasaran dalam satu paket kegiatan pendampingan kepada para petani. ADC juga akan mengadakan riset pemasaran untuk mencari peluang pasar khususnya komoditas hortikultura yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh tim produksi dengan memanfaatkan teknologi yang telah dikembangkan oleh perguruan tinggi maupun lembaga
penelitian di luar perguruan tinggi.

Menurut dia, kebutuhan pokok hidup manusia seperti makanan, energi dan air merupakan hal mendasar dimana permintaan akan selalu ada. Oleh karena itu, peluang bisnis untuk mengembangkan ketiga jenis bahan pokok tersebut merupakan usaha yang cukup menjanjikan. “Sebagai negara agraris, Indonesia berpotensi untuk menjadi produsen yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga luar negeri. Apalagi agribisnis, ke depan akan semakin dibutuhkan sebab penduduk dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan akan bahan pokok ini pun akan semakin besar,” katanya.

Potensi agribisnis, menurut dia, berdampak besar kepada pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut dapat mengurangi berbagai permasalahan seperti pengangguran karena agribisnis termasuk industri padat karya serta
dapat mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

Permasalahan lain yang dapat diuraikan melalui pengembangan agribisnis adalah pasokan untuk dalam negeri dapat tercukupi sehingga Indonesia tidak perlu mengimpor komoditas tertentu sehingga negara kita sudah bisa
berdaulat dalam sektor pangan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan taraf hidup para petani. Karena saat ini, petani di Indonesia masih manjadi warga kelas dua karena masih sangat bergantung kepada pemodal-pemodal besar. ADC memberikan
kesempatan kepada para Petani untuk menjadi mitra ADC dan berhak untuk mendapatkan pendampingan teknis produksi dan pasca produksi untuk menghasilkan mutu produk yang diharapkan,” katanya.

Ia menjelaskan total lahan petani yang diperkirakan menjadi binaan ADC IPB seluas 8,4 hektare dengan jumlah petani 42 orang sehingga rata-rata petani memiliki lahan seluas 2.000 m2.

“Kerja sama dengan IPB dalam pembangunan ADC di Pasir Sarongge ini merupakan bentuk kepedulian kami bagi petani dan masyarakat sekitar Pasir Sarongge antara lain dalam hal mengurangi pengangguran dan mencegah
urbanisasi tenaga produktif ke perkotaan, meningkatkan taraf hidup petani di sekitar ADC, Petani memiliki bargaining power dan produknya memiliki nilai tambah di pasar,” katanya.

Menurut dia, komitmen BRI untuk memajukan sektor pertanian tercermin dari besaran kredit pertanian yang telah disalurkan Bank BRI mencapai Rp33,1 triliun (per Juni 2013) meningkat dari periode yang sama tahun 2012 yang tercatat Rp19,8 triliun. Pertanian dimaksud terdiri dari pertanian palawija, buah, hortikultura, pembibitan & pembenihan, penangkapan ikan, pengusahaan hutan alam, perkebunan tanaman teh/kopi/tebu, budidaya biota
air tawar dan payau, pembibitan dan budidaya ternak perah, jasa pertanian, perkebunan dan peternakan serta lain-lain.(Antara)

(0/5)
Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 × 9 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>