104 Kepala Daerah Tersandung Korupsi

491
sumber gambar: http://timlo.net

Indonesia Corruption Watch (ICW) meliris sepanjnag 2004 hingga 2018, Bupati yang tersandung kasus korupsi jauh lebih banyak dibanding Gubernur maupun Waikota. Sementara sepanjang tahun itu, keaa daerah yang tersandung korupsi dan ditangani KPK tercatat 104 orang.

“Paling banyak yang terjerat kasus korupsi itu Bupati dengan jumlah 62,” kata Peneliti ICW Egi Prayogha di kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (16/12).

Menurutnya, Gubernur yang terseret korupsi ada 15 orang, sedangkan Walikota 23 orang. Selanjutnya Wakil Walikota Bupati ada 3 orang. Kebanyakan kepala daerah yang masuk daftar ‘pasien’ KPK karena menerima suap. Ada pula yang karena pencucian uang, maupun karena merugikan keuangan negara.

“Untuk suap itu 45 persen, kerugian negara 30 persen, suap dan gratifikasi 11 persen, gratifikasi 5 persen, kerugian negara dan suap 3 persen, gratifikasi dan pencucian uang 2 persen, suap dan pencucian uang 1 persen dan pemerasan 1 persen,” jelasnya

Sebelumnya, dari catatan ICW, tahun 2014 dan 2018 tercatat sebagai sejarah. Dimana banyak kepala daerah yang ditangkap KPK di tahun itu, “Jumlah paling tinggi terjadi pada tahun 2018 dengan 29 kasus (kepala daerah), disusul tahun 2014 dengan 14 kasus (kepala daerah) yang ditangani,” sebutnya.

ICW juga mencatat, wilayah yang paling banyak menyumbang kepala daerah korup yaitu Jawa Timur.

“Kepala daerah yang terjerat kasus korupsi paling banyak terjadi di Jawa Timur yakni ada 114 kasus,” ujarnya.

Di urutan kedua yakni wilayah Sumatera Utara dengan 12 kasus. Disusul Jawa Barat sebanyak qq kasus. Untuk Jawa Tenegah ada 8 kasus, Sulawesi Tenggara 6 kasus, Papua dan Riau ada 5 kasus. (Asep Saepudi Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 16 Desember 2018

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here