15 Kecamatan Belum Terlayani Air Bersih

459
Sumber gambar : https://independensi.com

15 dari 40 kecamatan di Bumi Tegar Beriman, sampai sekarang belum terlayani sambungan air bersih dari PDAM Tirta Kahuripan. Perusahaan milik daerah itu, dituntut secepatnya membangun jaringan baru, agar cakupan layanan air bersih menjangkau semua warga di 40 kecamatan.

“Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) direksi PDAM, karena sejak perusahaan berdiri cakupan layanan air bersih baru menjangkau 25 kecamatan, karena itu menjadi dasar atau latar belakang, kenapa pemerintah daerah mendirikan PDAM.” kata Bupati Nurhayantim ditemui wartawan, usai membuka lokakarya perencanaan bisnis (business plan) PDAM 2018-2022, Kamis (22/11).

Makanya, Nurhayanti meminta, para pengambilan kebijakan di PDAM mneyusun rencana bisnis jangka panjang yang terencana dan terarah, sehingga ketika direksi datang silih berganti, rencana bisnis yang telah ditetapkan bisa dijalankan.

“Rencana bisnis itu meruakan panduan, agar perusahaan tak salah melangkah, karena dalam rencana itu akan terlihat sasaran yang ingin dicapai serta hambatan. Nah, apalagi di masa akan datang, tingkat kebutuhan air bersih akan meningkatkan seiring menipisnya cadangan air tanah,” ujarnya

Nurhayanti memaklumi, untuk menjadikan PDAM perusahaan sehat dan diandalkan bukanlah pekerjaan mudah, sebab perusahaan itu didirikan, orientasinya tak hanya mengejar keuntungan atau laba, tapi PDAM memiliki fungsi sosial, yakni menyediakan sumber air bersih sehat bagi seluruh rakyat Kabupaten Bogor. “Dua orientasi itu bisa direksi dan jajarannya kompak dan bergerak dalam satu komando dari direktur utama.” tegasnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hasanudin Tahir mengatakan, lokakarya merupakan ajang pemantapan renana bisnis perusahaan jangka menengah 2018-2022. “Ada beberapa rencana bisnis perushaan yang belum diketahui para pengambil kebijakan di Kabupaten Bogor. Makannya melalui lokakarya ini, kami menyampaikannya, sekaligus untuk menerima masukan, agar rencana bisnis perusahaan bisa berjalan,’ katanya.

Hasanudin membocorkan, rencana bisnis yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tiga tahun kedepan itu, diantaranya memperbanyak jumlah sambungan baru. “Sampai 2017, jumlah sambungan air mencapai 150.072 yang tersebar di 25 ecamatan. Artinya masih ada warga di 15 kecamatan yang belum terlayani,” ungkapnya.

Hasanudin menargetkan, secara bertahap sampai 2022, jumlah kecamatan yang terlayani sambungan naik serta persentase kahilangan air pun bisa dibawah 28 persen/tahun. “Insya Allah dengan kekompakan, rencana yang telah ditetapkan itu bakal terealisasi di tahun 2022 mendatang,” tutuonya. (Mochamad Yusuf)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 23 November 2018

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here